PSIS Semarang Akhiri Paceklik, Widodo Lega Usai Menang 4-1 di Palembang

PSIS Semarang menang 4-1 atas Sumsel United di Palembang (pekan ke-9). Widodo C Putro lega paceklik berakhir dan berkelakar soal ancaman pemecatan.

oleh Radifa ArsaDiterbitkan 07 November 2026, 21:16 WIB
PSIS Semarang menang 4-1 atas Sumsel United pada lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (7/11/2026). (Doc. PSIS Semarang)

Liputan6.com, Jakarta - PSIS Semarang mengakhiri paceklik kemenangan usai menekuk Sumsel United 4-1 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (7/11/2026) sore WIB.

Hasil pada pekan ke-9 Pegadaian Championship 2026/2027 itu mengantar tim asuhan Widodo Cahyono Putro membawa pulang tiga poin dan memutus rangkaian empat laga tanpa kemenangan (dua imbang, dua kalah).

Mahesa Jenar unggul 2-0 saat jeda lewat bunuh diri Kenneth Ngwoke pada menit ke-15 dan sepakan Deri Corfe pada menit ke-38. Selepas turun minum, Jonathan Bustos menambah keunggulan pada menit ke-58 disusul Lorensius Sabda pada menit ke-79 sehingga laga berakhir 4-1.

"Puji syukur alhamdulillah untuk PSIS Semarang dan kami yang telah memenangkan pertandingan pada laga hari ini. Memang dalam empat pertandingan sebelumnya kami tidak pernah menang," kata Widodo, Sabtu (7/11/2026).


Kerja Keras Pemain Jadi Kunci

Widodo Cahyono Putro, pelatih PSIS Seamarang. (Dok. ileague.id)

Widodo menegaskan kemenangan lahir dari kerja keras seluruh pemain di lapangan dan mengingatkan tim agar tidak terlena oleh hasil ini.

"Akan tetapi, di pertandingan ini, para pemain telah membuktikan kerja keras mereka untuk mendapatkan tiga poin di Palembang. Kendati demikian, hasil ini jangan sampai membuat kami lupa diri," ujar dia.

"Kami harus tetap fokus ke depan karena pertandingan masih sangat banyak. Saya berharap para pemain tetap rendah hati dan bekerja keras lagi untuk pertandingan berikutnya," ia menambahkan.


Kelakar Soal Pemecatan

Seusai laga, sang pelatih berkelakar bahwa tanpa permainan intens dan ngotot, hasil bisa berbalik dan posisinya terancam.

"Jika tidak bermain ngotot, kami bisa kalah dan nanti saya dipecat. Namun, pada intinya, untuk meraih poin, meskipun tujuan kita berada di papan atas dan semua tim pasti ingin memenangkan setiap pertandingan," kata dia.

Ia menyebut hasrat meraih kemenangan dibangun lewat kerja keras, daya juang, serta komitmen antarpemain.

"Kami memang sangat berhasrat meraih kemenangan sore ini. Kuncinya adalah para pemain harus bekerja keras dan pantang menyerah. Selain itu, ada komitmen bersama antar-pemain untuk terus membangun keterikatan," imbuhnya.

"Hal itu terbukti dari beberapa gol yang tercipta melalui skema permainan. Saya berharap ini terus diasah. Kita boleh senang, tetapi jangan berlarut-larut; kita harus segera fokus pada pertandingan berikutnya."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya