Liputan6.com, Jakarta - Chery mengambil langkah besar dengan menarik kembali (recall) sebanyak 53.882 unit kendaraan di pasar domestik China. Kampanye penarikan massal ini merupakan buntut dari insiden poros roda belakang (rear axle) SUV Chery Omoda 5 yang patah dan terlepas saat dikemudikan di Malaysia.
Mengutip laporan CarNewsChina, Minggu (8/11/2026), regulator pasar China mengonfirmasi bahwa unit yang terdampak mencakup lini model seri Omoda dan Tiggo 5x yang diproduksi dalam rentang waktu 6 Juni 2022 hingga 31 Desember 2023.
Advertisement
Ditemukan Cacat Pengelasan pada Poros Roda
Otoritas regulator mengungkapkan bahwa akar permasalahan recall ini bersumber dari kesalahan pada proses manufaktur. Tim teknis menemukan adanya peleburan yang kurang sempurna (insufficient fusion) atau penetrasi pengelasan yang tidak lengkap pada sambungan lengan poros roda belakang (trailing arm) dengan selongsongnya.
Dalam kondisi ekstrem, cacat las tersebut berisiko gagal menahan beban saat mobil melaju.
Dampak terburuk dari kondisi ini dapat mengurangi stabilitas kendaraan, mengganggu kendali kemudi roda belakang, hingga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Permintaan Maaf Pimpinan Chery
Insiden patahnya poros roda Omoda 5 di Malaysia sebelumnya sempat viral dan memicu perhatian luas di kawasan Asia Tenggara. Kasus di Malaysia tersebut juga telah berujung pada kampanye recall terpisah sebanyak 8.878 unit.
Buntut dari insiden kualitas ini bahkan mendorong Chairman Chery, Yin Tongyue, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Melalui recall massal di China, pihak Chery akan segera menghubungi seluruh pemilik kendaraan yang terdampak melalui pesan singkat maupun surat resmi. Konsumen diimbau untuk membawa mobilnya ke diler atau pusat servis resmi guna menjalani pemeriksaan serta penggantian komponen secara gratis.