Pihak Ruben Onsu Tak Langsung Tuduh Siapa Pun, Jelaskan Logika di Balik Dugaan

Pengacara Ruben Onsu mengungkapkan logika di balik dugaan aksi demo yang meminta sang presenter tidak lagi tampil di televisi. Baca di sini yuk.

oleh Wulan Noviarina AnggrainiDiterbitkan 07 November 2026, 12:18 WIB
Ruben Onsu dan pengacara Minola Sebayang datangi SPKT Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2025) untuk laporkan akun medsos yang diduga memfitnah putrinya.

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyebut ada beberapa jalur hukum yang bisa ditempuh kliennya. Jalur itu bisa dipakai jika Ruben memutuskan memperkarakan aksi demo di Trans TV. Dari sisi perdata, pelaku yang sudah teridentifikasi bisa digugat. Dari sisi pidana, ada sejumlah pasal yang bisa diterapkan.

"Banyak instrumen hukum yang bisa digunakan. Jika demonstrasi tersebut sampai mengganggu kontrak atau pekerjaannya, para pelaku yang sudah teridentifikasi bisa digugat secara perdata atas dasar Perbuatan Melawan Hukum (PMH) dengan tuntutan ganti rugi," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).


Semua Pasal Punya Konsekuensi Pidana

Ruben Onsu Datangi KPAI. (M Altaf Jauhar/ Liputan6.com)

Minola merinci pasal pidana yang dimaksud. Menurutnya, semua pasal tersebut punya konsekuensi pidana. "Dari sisi pidana, bisa diterapkan pasal mengenai penghasutan di muka umum, ujaran kebencian, maupun pencemaran nama baik. Semuanya memiliki konsekuensi pidana," katanya.

Soal kemungkinan keterkaitan dengan pihak lawan perkara, Minola mengaku tidak langsung menuding siapa pun. Namun, ia punya logika sendiri soal siapa yang mungkin berkepentingan.

"Saya tidak langsung menuduh bahwa ini perbuatan pihak lawan perkara. Namun secara logika, tidak mungkin ada pihak yang mau mendanai demonstrasi tanpa memiliki kepentingan langsung," ucapnya.


Dugaan Minola

Untuk memperjelas maksudnya, Minola memberi perumpamaan. Ia membayangkan dirinya bertikai dengan seseorang bernama Raka. "Ibaratnya begini: saya sedang berselisih dan adu mulut hebat dengan seseorang bernama Raka di hadapan banyak orang sampai dilerai. Lalu tengah malamnya, Raka ditusuk orang di jalanan," katanya.

"Memang pelakunya bisa siapa saja, tetapi siapa yang pertama kali akan dicurigai masyarakat? Tentu orang yang baru saja bertikai dengannya. Sama halnya dengan perkara ini, wajar jika publik menduga adanya keterkaitan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya