Liputan6.com, Jakarta - Ruben Onsu didemo sekelompok orang yang menyebut dirinya Aliansi Mahasiswa Penjaga Moral di depan gedung Trans TV, Kamis (5/11/2026). Dalam aksinya, massa menuntut Ruben diboikot dari semua program televisi.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menceritakan reaksi kliennya setelah mengetahui aksi tersebut. Ruben langsung menghubungi dirinya untuk meminta pendampingan hukum.
Advertisement
"Ruben tidak kaget. Dia hanya memberi kabar, 'Bang, lagi ada demo di Trans TV. Saya lagi cari tahu siapa saja orang-orangnya.' Sesederhana itu," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).
Pihak Ruben Onsu Siapkan Langkah Hukum
Menurut Minola, langkah seperti ini sudah bisa diperkirakan sejak awal. Pihaknya pun memilih bergerak lewat jalur hukum.
"Langkah-langkah semacam ini sudah bisa kami antisipasi. Pihak yang terbiasa bermanuver di jalanan atau ruang publik cenderung memilih cara-cara seperti ini," katany.
"Sementara kami yang terbiasa bertarung di pengadilan dan lembaga penegak hukum resmi, tentu hanya fokus pada koridor hukum yang sah," sambungnya.
Ruben Sudah Kantongi Nama dan Nomor Kontak Terkait Aksi Demo
Minola juga menyebut Ruben sudah membahas soal demo itu di media sosialnya. Sejumlah nomor telepon dan nama yang berkaitan dengan aksi tersebut pernah dibuka Ruben.
"Sebenarnya Ruben sudah mengangkat hal itu di media sosialnya. Muncul dugaan bahwa aksi demo kemarin memang didalangi oleh seseorang artinya ada aktor intelektualnya. Nomor telepon dan nama-namanya pun sudah sempat di-spill oleh Ruben," jelasnya.
Soal siapa yang berada di balik aksi itu, Minola mengatakan belum ada pengumuman resmi. Namun, Ruben disebut sudah memegang data yang bisa ditelusuri.
"Sosok dalangnya secara hukum memang belum diumumkan resmi, bisa siapa saja. Namun nama-nama narahubung dan nomor kontak lapangan sudah dipegang Ruben. Data tersebut sangat mudah ditelusuri jika diserahkan ke unit Cyber Crime," pungkasnya.