Adelia Chantika Pecahkan Rekor Nasional di Indonesia Open Aquatic Championship 2026

Adelia Chantika Aulia memecahkan rekor nasional KU2 200 m bebas putri di GBK, 2:04,73, pada Indonesia Open Aquatic Championship 2026. Ia tak menargetkan rekor.

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 04 November 2026, 20:17 WIB
Perenang Indonesia, Adelia Chantika Aulia pecahkan rekor nasional di IOAC 2026. (Juventus Filadelfia/Bola.com)

Liputan6.com, Jakarta - Adelia Chantika Aulia memulai hari yang manis di Indonesia Open Aquatic Championship 2026 dengan memecahkan rekor nasional kelompok umur (KU) 2 nomor 200 meter gaya bebas putri. Perenang 15 tahun itu mencatat 2 menit 4,73 detik, melewati torehan sebelumnya.

Pencapaian tersebut terjadi di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/2026). Rekor lama 2 menit 4,81 detik juga atas nama Adelia, yang kini membela Millennium Aquatic Jakarta.

Adelia menyebut fokusnya sepanjang ajang ini bukan pada catatan waktu, melainkan menjaga performa di setiap start.

"Jadi, sejak hari pertama sampai sekarang, saya sebenarnya tidak terlalu memikirkan harus mendapatkan waktu tertentu atau memecahkan rekor. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik," imbuhnya.


Mengatur Pace Saat Minim Tarikan Lawan

Adelia Chantika Aulia menjadi atlet terbaik kelompok umur putri pada ajang Indonesia Open Aquatic Championships (IOAC) 2025 yang diadakan di di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. (Bola.com/Abdul Aziz)

Adelia terbiasa turun di banyak nomor dalam satu kompetisi. Namun, ia mengakui ada momen ketika harus mengatur ritme balapan tanpa tarikan langsung dari lawan, seperti yang dirasakannya pada 200 meter gaya bebas.

"Tantangannya, terkadang seperti saat nomor 200 meter gaya bebas tadi, bukan berarti saya tidak punya lawan. Namun, kalau tidak ada tarikan atau persaingan yang terasa, berenangnya jadi seperti sendiri dan harus mengikuti feeling sendiri," jelasnya.

Dalam situasi seperti itu, Adelia menekankan pentingnya menjaga pace secara konsisten dari start hingga finis. Ia menilai pengalaman tampil di beragam nomor menjadi bekal evaluasi untuk mengasah insting dan distribusi kecepatan.


Jadwal Padat

Di tengah jadwal yang rapat, Adelia tetap menjalankan arahan pelatih untuk memperbanyak kesempatan turun lintasan tanpa beban target waktu tertentu.

"Sebenarnya, di Indonesia Open ini total saya turun di 10 nomor perorangan dan empat nomor relay. Saya juga sudah berdiskusi dengan pelatih, jika kami tidak perlu terlalu memikirkan catatan waktu. Yang penting, saya mencoba turun di banyak nomor secara back to back, sebanyak mungkin untuk nomor perorangan," ujarnya.

Ia menambahkan, pola tersebut sekaligus mengembalikan kebiasaan yang pernah ia jalani pada awal masa remaja.

"Dulu, saat usia 13–14 tahun, saya memang sering mengikuti banyak nomor. Tahun lalu saya sempat mengurangi jumlah nomor yang diikuti. Karena itu, tahun ini pelatih meminta saya mencoba turun di banyak nomor lagi. Saya mengikuti arahan pelatih saja." kata Adelia.

Untuk persiapan, ia tidak menjalani program khusus di luar jadwal rutin usai rangkaian kejuaraan sebelumnya.

"Bulan lalu juga ada KRAPDA DKI. Sebelum KRAPDA DKI, kami baru selesai mengikuti Asian Games. Jadi, setelah pulang dari Asian Games, saya kembali latihan untuk KRAPDA. Setelah KRAPDA selesai, lanjut latihan lagi. Hasilnya bisa seperti ini," tutur Adelia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya