Power dan Energi Manchester United Bikin AS Roma Menderita di Old Trafford

Power dan energi Manchester United membuat AS Roma kesulitan hingga kalah 2-3 dalam laga dramatis Liga Champions di Old Trafford.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 04 November 2026, 09:09 WIB
Layar menampilkan skor akhir setelah laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Liputan6.com, Jakarta - Old Trafford kembali menjadi panggung kebangkitan Manchester United. Setelah melewati sembilan pertandingan tanpa kemenangan, Setan Merah akhirnya kembali merasakan hasil positif dengan menaklukkan AS Roma 3-2 pada matchday keempat fase liga Liga Champions 2026-2027, Rabu (4/11/2026) dini hari WIB.

Kemenangan tersebut tidak didapatkan dengan cara mudah. Manchester United sempat tertinggal dua gol akibat aksi Matias Soule dan penalti Donyell Malen pada babak pertama. Namun, perubahan permainan setelah jeda membuat situasi berbalik dan memaksa AS Roma merasakan tekanan besar dari tuan rumah.

Kapten AS Roma, Bryan Cristante, bahkan secara terbuka mengakui timnya kesulitan menghadapi kekuatan dan energi permainan Manchester United. Menurutnya, intensitas Setan Merah pada babak kedua menjadi salah satu faktor utama yang menentukan hasil pertandingan.


Manchester United Tingkatkan Intensitas Permainan

Pemain Manchester United Matheus Cunha mencetak gol ketiga timnya dalam laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

AS Roma sebenarnya mengawali pertandingan dengan cukup baik. Mereka mampu memanfaatkan kelemahan pertahanan tuan rumah untuk mencetak dua gol dalam 17 menit pertama melalui Soule dan Malen.

Keunggulan tersebut membuat tim tamu berada dalam posisi menguntungkan hingga turun minum. Namun, situasi berubah setelah Manchester United meningkatkan intensitas permainan dan mulai memberikan tekanan lebih besar.

Cristante menilai timnya melakukan kesalahan dengan bermain terlalu dalam pada babak kedua. Penalti Bruno Fernandes pada menit ke-58 juga menjadi titik balik yang membuat kepercayaan diri tuan rumah semakin meningkat.

"Kami sangat menderita pada babak kedua dan melakukan beberapa kesalahan di lapangan. Kami merasakan kekuatan dan energi Manchester United," ujar Cristante kepada UEFA.


Energi Old Trafford Jadi Pembeda

Para pemain Manchester United bereaksi setelah laga Liga Champions antara Manchester United vs AS Roma di Manchester, Inggris, Selasa, 3 November 2026. (AP Photo/Jon Super)

Cristante mengakui AS Roma sebenarnya mampu mengendalikan pertandingan sebelum Manchester United memperkecil ketertinggalan. Namun, gol Fernandes mengubah dinamika permainan dan membuat tim tamu semakin kesulitan mempertahankan keunggulan.

"Kami memainkan pertandingan yang salah pada babak kedua. Kami melakukan kesalahan dengan bermain terlalu dalam dan setelah penalti, United menemukan kekuatan tambahan. Itulah kunci pertandingan," lanjutnya.

Dukungan publik Old Trafford juga memberikan dorongan tersendiri bagi para pemain tuan rumah. Bruno Fernandes menegaskan bahwa kepercayaan suporter tidak pernah benar-benar hilang meskipun timnya melewati periode hasil buruk.

Lanjut Baca:

Menurut sang kapten, Old Trafford bisa menjadi tempat yang sangat sulit bagi lawan ketika para pemain mampu menunjukkan performa terbaik. Dukungan suporter dan energi di dalam stadion membantu Manchester United membalikkan keadaan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya