Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (4/11/2026). IHSG hari ini berpotensi turun ke 4.763-4.845. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG berbalik melemah 3,78% ke 4.904, dan telah menembus level support 4.907 pada perdagangan saham Selasa, 3 November 2026.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, tren turun IHSG masih berlanjut. Ia mengatakan, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4.763-4.845. Namun, ia juga melihat ada potensi kenaikan IHSG secara teknikal.
“Tidak menutup kemungkinan akan ada peluang technical rebound 4.908-4.914,” ujar Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 4.847,4.763 dan level resistance 5.143,5.247 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan resistance 4.815-5.185.
Dalam riset itu menyebutkan, dalam jangka pendek, volatilitas diperkirakan masih berlanjut seiring ketidakpastian geopolitik global dan proses reformasi struktural pasar modal yang berpotensi memicu penyesuaian portofolio investor. Namun, prediksi pertumbuhan ekonomi 5,4%-5,5% pada 2026 menjadi sentimen positif bagi pasar terutama apabila didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi dan belanja pemerintah.
Meski demikian, optimisme itu belum tentu langsung tercermin pada penguatan IHSG karena pasar saham masih dibayangi risiko arus modal keluar, pelemahan rupiah dan ketidakpastian terkait reformasi pasar modal dan evaluasi MSCI.
"Selain itu, situasi dan kondisi politik dalam negeri juga masih dalam keadaan carut marut sehingga memberikan rasa kekhawatiran bagi pelaku pasar dan investor,” demikian mengutip riset Pilarmas Investindo Sekuritas.
Seiring hal itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih cenderung volatile dan sensitif terhadap sentimen global dan kebijakan domestik.
"Investor perlu mencermati perkembangan arus dana asing dan konsistensi pertumbuhan ekonomi karena keduanya akan menjadi faktor penting dalam menentukan pemulihan kepercayaan pasar,” demikian mengutip keterangan resmi riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Ace Hardware Tbk (ACES).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) - Buy on Weakness
Saham DEWA terkoreksi 6,72% ke 222, disertai tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar dia.
Buy on Weakness: 180-200
Target Price: 254, 276
Stoploss: below 169
2.PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) - Buy on Weakness
Saham HMSP terkoreksi 3,08% ke 630, dengan tekanan jual yang masih dominan dan volume jual meningkat. “Kami perkirakan, posisi HMSP sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave A,” ujar dia.
Buy on Weakness: 595-625
Target Price: 650, 680
Stoploss: below 580
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Indah Kiat Pulp and Papers Tbk (INKP) - Buy on Weakness
Saham INKP terkoreksi 6,49% ke 6.125, disertai tekanan jual. Kami perkirakan, posisi INKP sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [b] pada label hitam atau wave [iii] dari wave C.
Buy on Weakness: 5.850-6.125
Target Price: 6.525, 7.275
Stoploss: below 5.700
4.PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Buy on Weakness
Saham MDKA terkoreksi 6,35% ke 1.845, disertai tekanan jual. Saat ini, posisi MDKA diperkirakan berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c].
Buy on Weakness: 1.665-1.805
Target Price: 1.915, 2.070
Stoploss: below 1.620
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.