Liputan6.com, Jakarta - Amanda Manopo buka suara soal pro dan kontra konten animasi di kanal YouTube Zahema. Ditemui di Jakarta, Senin (2/11), ia mengaku menerima semua masukan dari warganet demi menghadirkan tayangan terbaik.
Sebagai ibu dari Baby Z, Amanda bersama sang suami, Kenny Austin, mengelola kanal YouTube yang menyasar anak-anak. Sebagian warganet menilai gambar animasinya terlalu cepat sehingga dikhawatirkan berlebihan sebagai stimulasi.
Advertisement
Terima Masukan
Saat ditanya wartawan soal kritik tersebut, Amanda menegaskan bahwa komentar negatif maupun positif sama-sama dianggap sebagai bahan evaluasi.
"Ya pastinya mau komen negatif ataupun komen baik itu akan menjadi tetap masukan," ungkap Amanda Manopo.
Ia juga mengaku bersama suami dan tim terus belajar sejak awal membuat konten. Apalagi, tayangan tersebut dibuat untuk anaknya sendiri serta anak-anak lain yang menontonnya.
"Karena kan memang kita kan mau mencoba untuk memberikan yang terbaik," tuturnya.
Kini Didampingi DSA
Untuk menjawab kekhawatiran penonton, tim Zahema kini melibatkan dokter spesialis anak (DSA) dalam proses produksi. Setiap konten akan diperiksa terlebih dahulu sebelum diunggah.
"Mulai sekarang kita udah ada DSA yang mendampingi setiap konten," ujar Amanda Manopo.
Menurut Amanda, hasil konten yang sudah dibuat akan diserahkan kepada dokter untuk dinilai kelayakannya. Langkah ini diambil agar tayangan aman dan sesuai kebutuhan anak.
Konten tersebut ternyata berawal dari hal yang tidak direncanakan. Amanda menyebut pada mulanya ia hanya iseng, lalu mengunggahnya ke media yang bisa menjangkau banyak orang.
"Toh kan kita juga tidak ada niatan yang aneh-aneh. Kalau orang mau nonton silakan, kalau orang tidak mau nonton juga nggak masalah," pungkas Amanda Manopo.