Liputan6.com, Beijing - Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, tidak menyiarkan pertandingan Real Madrid pada Minggu (1/11/2026). Hal ini merupakan bagian dari penghentian sementara siaran Liga Spanyol atau La Liga akibat kontroversi komentar penyerang bintang Real Madrid, Kylian Mbappe, mengenai mendiang pemimpin China, Mao Zedong.
Kontroversi bermula ketika Mbappe menyebut bahwa meme yang paling membuatnya tertawa adalah gambar wajahnya yang ditempelkan pada sosok "diktator China" yang menyerupai Mao. Pernyataan itu memicu kecaman luas di China.
Advertisement
Menyusul kontroversi tersebut, China Media Group, perusahaan induk CCTV, pada Selasa (27/10) mengumumkan penghentian sementara siaran pertandingan La Liga. Sejumlah merek asal China turut menghentikan kerja sama dengan Mbappe.
China Media Group sebelumnya menuntut permintaan maaf dari Mbappe, Real Madrid, dan La Liga. Perusahaan itu menyebut permintaan maaf dari ketiga pihak sebagai "syarat mutlak" agar persoalan tersebut dapat diselesaikan.
Mbappe, yang menurut laporan melontarkan komentar mengenai meme tersebut dalam acara bincang-bincang Prancis The Bridge, kemudian menyampaikan permintaan maaf pada Selasa (27/10).
"Komentar saya tidak pantas, dan sekarang saya memahami bahwa perkataan tersebut telah menyakiti banyak orang di China serta komunitas warga China di seluruh dunia," ujar Mbappe.
Real Madrid dan La Liga turut menyampaikan permintaan maaf, sementara Kementerian Luar Negeri China menyatakan bahwa pihaknya menanggapi serius permintaan maaf Mbappe.
China Media Group telah mengakui bahwa ketiga pihak tersebut sudah meminta maaf. Namun, perusahaan itu belum memberikan keterangan mengenai berapa lama penghentian siaran pertandingan La Liga akan berlangsung.
Mengapa Komentar Mbappe Memicu Kontroversi?
Mao Zedong merupakan sosok yang sangat dihormati oleh Partai Komunis China, meskipun masa kepemimpinannya diwarnai salah satu periode paling berdarah dalam sejarah negara tersebut.
Mao memimpin Partai Komunis China meraih kemenangan dalam perang saudara dan mendirikan Republik Rakyat China. Ia meninggal dunia pada 1976.
Selama berkuasa, Mao menjalankan kebijakan Lompatan Jauh ke Depan (Great Leap Forward) yang menyebabkan bencana kelaparan hingga menewaskan puluhan juta orang. Ia turut memimpin Revolusi Kebudayaan (Cultural Revolution) yang memicu gelombang pembersihan politik disertai kekerasan di berbagai lapisan masyarakat China.
Penghentian siaran pertandingan olahraga akibat persoalan yang dianggap sensitif secara politik bukan pertama kalinya dilakukan Beijing.
China pernah menghentikan penayangan pertandingan liga bola basket Amerika Serikat (NBA) selama satu tahun sejak Oktober 2019, setelah Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets, mengunggah pernyataan dukungan terhadap demonstran Hong Kong di tengah gelombang unjuk rasa prodemokrasi di wilayah tersebut.
Morey kemudian melunakkan sikapnya setelah mendapat kecaman keras dari penggemar di China, sponsor, dan mitra bisnis.
"Sejak mengunggah pernyataan tersebut, saya memiliki banyak kesempatan untuk mendengar dan mempertimbangkan sudut pandang lain," tulis Morey.
"Saya selalu menghargai dukungan besar dari para penggemar dan sponsor kami di China. Saya berharap mereka yang merasa tersinggung memahami bahwa saya tidak bermaksud menyinggung mereka atau membuat mereka salah memahami maksud saya."
Sementara itu, Real Madrid mengalahkan Racing Santander dengan skor 3-0 dalam pertandingan pada Minggu. Ketiga gol kemenangan Real Madrid dicetak oleh Mbappe, Jude Bellingham, dan Yan Diomande.