Piala Asia 2027 di Ambang Penundaan, Nasib Turnamen Segera Ditentukan

Media Arab menyebut Piala Asia 2027 bisa mundur imbas situasi keamanan di Arab Saudi. AFC akan membahasnya di rapat Exco pada 18 November 2026.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 02 November 2026, 19:05 WIB
Pemain Arab Saudi, Feras Albrikan, mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia pada laga Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB. (AP Photo)

Liputan6.com, Jakarta - Piala Asia 2027 terancam bergeser dari jadwal awal menyusul situasi keamanan di Arab Saudi. Erem News, mengutip jurnalis olahraga Issa Said, melaporkan turnamen berpotensi dipindahkan ke Desember 2027.

Ajang yang diikuti 24 negara dalam enam grup itu sejatinya dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.

Keputusan akhir mengenai penyelenggaraan dikabarkan akan dibahas dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) AFC di Bangkok, Thailand, pada 18 November 2026.


Rapat Exco AFC

Logo resmi AFC Asian Cup 2027 Arab Saudi - Piala Asia 2027. (Dok. AFC)

Ketua PSSI, Erick Thohir, merespons ketidakpastian jadwal Piala Asia 2027 dan menyebut pihaknya menunggu keputusan resmi AFC.

"Tanggal 18 November 2026 kalau tidak salah. Kita tunggu saja, nanti ada rapat Exco AFC di Bangkok. Saya juga diundang, nanti kita lihat seperti apa," ujar Erick Thohir.

Di tengah penantian itu, beberapa waktu lalu Arab Saudi menerima serangan dari pemberontak Houthi asal Yaman yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.


Pantau Keadaan di Arab Saudi

Presiden AFC, Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, menjelaskan kepastian Piala Asia 2027 masih dipantau sambil mengikuti perkembangan keamanan di Arab Saudi.

"Kami bisa menunggu hingga akhir November 2026. Situasi di kawasan ini bisa berubah dengan sangat cepat, baik menjadi lebih baik maupun lebih buruk, dan semuanya bergantung pada bagaimana perkembangan keadaan," jelas Sheikh Salman.

"Jika kami perlu mengambil keputusan, kami akan melakukannya, tetapi kami bisa menundanya selama satu tahun hingga 2028 jika memang diperlukan."

"Namun, untuk saat ini, kami terus memantau situasi dan semuanya masih berjalan sesuai jadwal," tutur pria asal Bahrain tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya