Liputan6.com, Jakarta - Fico dan Aldo bergegas menemui Hanifa. Namun, Baskara lebih dahulu memerintahkannya untuk kabur. Meski Adella dan Indra berusaha mencegah, Hanifa berhasil dibawa pergi. Arina yang tengah menjalani istirahat total akibat kehamilannya memilih mendekati Hanifa melalui hati nurani. Ia meminta Hanifa memeriksa pesan lama di ponsel Agus. Hanifa pun menemukan identitas asli Baskara dan menyadari bahwa pria yang selama ini dipercayainya telah berbohong.
Advertisement
Setelah berhasil melarikan diri dari persembunyian Baskara, Hanifa mendatangi kantor Fico dengan penuh amarah. Namun, bukti penyelidikan memperlihatkan bahwa Baskara justru menyuruh seseorang untuk menganiaya Agus, sedangkan Fico pernah berusaha mengupayakan penyelesaian kasus tersebut. Keyakinan Hanifa pun runtuh dan ia akhirnya bersedia membantu menjebak Baskara.
Dengan bantuan polisi, Fico dan Aldo menyiapkan penyergapan di Hotel Bougenville. Baskara yang mencurigai pengkhianatan Hanifa justru memerintahkan anak buahnya untuk membunuh perempuan hamil itu. Dua anak buahnya masuk ke kamar hotel yang telah dijaga polisi dan langsung tertangkap. Berkat pengamatan Arina melalui sambungan video, keberadaan Baskara di tangga darurat pun terungkap.
Fico mengejarnya hingga ke atap hotel di tengah hujan badai. Di sana, luka masa kecil kembali menghantam Fico. Baskara ternyata adalah ayah yang membunuh ibunya, memanipulasi ingatannya, dan menjadikan dirinya sebagai alat balas dendam. Fico nyaris kehilangan kendali, tetapi suara Arina yang mengingatkannya pada cinta dan kedua bayi mereka berhasil menyadarkannya.