Krisis Lini Belakang Barcelona Memburuk

Barcelona menghadapi krisis pertahanan menjelang duel melawan Alaves. Hansi Flick harus mencari solusi di tengah absennya sejumlah bek utama.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 31 Oktober 2026, 08:38 WIB
Pemain Barcelona Gerard Martin, kiper Joan Garcia, dan Pau Cubarsi merayakan kemenangan seusai laga Liga Champions antara Galatasaray vs Barcelona di Istanbul, Turki, Selasa, 13 Oktober 2026. (AP Photo/Khalil Hamra)

Liputan6.com, Jakarta - Kekalahan dari Real Madrid bukan satu-satunya masalah yang harus segera dibereskan Barcelona. Menjelang pertandingan melawan Deportivo Alaves, Hansi Flick justru dihadapkan pada persoalan serius di lini belakang akibat absennya sejumlah pemain bertahan.

Duel pekan ke-11 La Liga 2026-27 itu akan berlangsung di Spotify Camp Nou, Minggu, 1 November 2026, pukul 03.00 WIB. Barcelona membutuhkan kemenangan untuk menjaga posisi di puncak klasemen setelah jarak dengan Atletico Madrid kini hanya terpaut dua poin.

Situasi semakin sulit karena kekalahan dari Real Madrid menjadi hasil negatif kedua secara beruntun setelah sebelumnya takluk dari PSG. Flick harus segera membangkitkan mental tim sekaligus meracik komposisi pertahanan yang tidak ideal untuk menghadapi Alaves.


Krisis Bek Kanan Jadi Persoalan Utama

Pemain Barcelona Xavi Espart (kanan) berebut bola dengan pemain Real Betis Diego Llorente dalam laga La Liga antara Real Betis vs Barcelona di Sevilla, Spanyol, Sabtu, 17 Oktober 2026. (AP Photo/Jose Breton)

Ketersediaan pemain bertahan Barcelona terus berkurang dalam beberapa pertandingan terakhir. Jules Kounde dan Eric Garcia sudah lebih dahulu absen, sedangkan Xavi Espart mengalami cedera ketika menghadapi Real Madrid di El Clasico.

Cedera Espart membuat pilihan Flick di posisi bek kanan semakin terbatas. Pemain muda tersebut diperkirakan harus menepi dalam waktu cukup lama sehingga Barcelona kehilangan satu opsi penting di sektor pertahanan.

Kondisi ini memaksa Flick mempertimbangkan susunan pemain yang tidak biasa. Joao Cancelo berpeluang mengisi posisi bek kanan, terutama jika Alejandro Balde dipercaya tampil sebagai starter di sisi kiri.

Alternatif lainnya adalah Brian Farinas. Pemain tersebut dapat menjadi solusi untuk menutup kekosongan di sisi kanan apabila Flick tidak ingin mengubah terlalu banyak komposisi pemain utama.


Frenkie de Jong Bisa Jadi Solusi Darurat

Pemain Barcelona Frenkie de Jong (kiri) mencoba melepaskan tembakan ke arah gawang di hadapan pemain Real Madrid Aurelien Tchouameni dalam laga El Clasico La Liga antara Barcelona vs Real di Barcelona, Spanyol, Minggu, 25 Oktober 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Persoalan Barcelona tidak berhenti di posisi bek kanan. Kondisi Gerard Martin juga perlu diperhatikan karena pemain tersebut mengalami ketidaknyamanan fisik dalam beberapa pertandingan terakhir.

Martin dan Pau Cubarsi sebenarnya menjadi pasangan ideal untuk mengisi jantung pertahanan. Namun, Flick harus mempertimbangkan risiko memainkan Martin apabila kondisinya belum sepenuhnya pulih.

Dalam sesi latihan terakhir, Flick bahkan mencoba Frenkie de Jong sebagai bek tengah untuk mendampingi Cubarsi. Eksperimen tersebut membuka kemungkinan penggunaan komposisi pertahanan yang berbeda saat menghadapi Alaves.

Lanjut Baca:

De Jong memiliki kemampuan membaca permainan dan distribusi bola yang dapat membantu Barcelona membangun serangan dari belakang. Meski demikian, menempatkannya sebagai bek tengah tetap menjadi keputusan berisiko mengingat peran aslinya berada di lini tengah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya