6 Fakta Hamka Awal Mula Vol. 3: Film Penutup Sekaligus Kisah Pembuka Sang Pahlawan Nasional

Film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) akan rilis di bioskop pada 19 November 2026 mendatang,

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 02 November 2026, 06:00 WIB
Hamka Awal Mula Vol. 3. (Instagram/ Falcon Pictures)

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa pekan sebelum penayangan film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) pada 19 November 2026 mendatang, Falcon Pictures dan Starvision Plus menggelar acara screening spesial bersama sejumlah tokoh agama Islam. 

Dalam screening film yang digelar di Plaza Senayan, Rabu (28/10/2026) tersebut, hadir Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni Budaya, Erick Yusuf, juga Ustadz Dery Sulaiman dan Ustadz Jojo yang dikenal di kalangan remaja saat ini. Pada event ini pula hadir sejumlah bintang film Hamka: Awal Mula (Vol. 3) yakni Vino G Bastian, Desy Ratnasari, dan Donny Damara. 

Mereka menceritakan sejumlah hal menarik soal film yang disutradarai oleh Fajar Bustomi ini. Berikut di antaranya:

1. Film Penutup, Sekaligus Pembuka

Hamka: Awal Mula (Vol. 3) rilis setelah Buya Hamka Vol. 1 dan Hamka & Siti Raham Vol. 2 yang rilis pada tahun yang sama. Namun film ini diposisikan secara unik. 

"Ini menjadi film penutup, tapi yang menarik justru ini adalah prekuel dari dua volume sebelumnya," tutur Vino G Bastian kepada wartawan. Ia menambahkan, "Dari trilogi Hamka itu, ini adalah film pertama di mana Hamka dari masih bayi...sampai nanti teman-teman nonton sendiri di bioskop."

 


2. Persiapan Donny Damara sebagai Haji Rasul

Screening Buya Hamka Volume 3. (Ratnaning Asih/ Liputan6.com)

Donny Damara mempersiapkan diri dengan seksama sebelum memerankan Haji Rasul, sebutan Abdul Karim Amrullah, ayah Buya Hamka. Salah satunya adalah dengan membaca biografi tentang sang ulama.

"Sebenarnya Haji Rasul itu kalau saya baca dari bukunya, kecilnya memang nakal banget sama seperti anaknya juga. Beda (ulang tahunnya dengan Hamka) juga cuma sepuluh hari," tuturnya.

3. Tantangan Bahasa Minang untuk Desy Ratnasary

Bahasa Minang yang sarat digunakan dalam film ini menjadi tantangan tersendiri bagi Desy Ratnasary. Apalagi latar belakangnya berasal dari Jawa Barat. "Walaupun saya pernah main Malin Kundang, tapi di sini sama sekali betul-betul...kalimat dan logatnya," kata Desy. Untuk itu, para pemain didampingi oleh mentor yang khusus menangani hal ini, termasuk kala syuting.

Lanjut Baca:

"Saat syuting saya ditemenin terus supaya tidak salah. Karena bisa, keluar Sunda-na, keceletot deui," kata dia sambil tertawa kecil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya