Liputan6.com, Jakarta - Trio GJLS kembali ke layar lebar dengan film keduanya yang bertajuk GJLS: Berapi-Api. Film hasil rumah produksi Amadeus Sinemagna ini mengangkat kisah persahabatan yang haru namun tetap dibumbui komedi.
GJLS: Berapi-Api dibuka oleh tiga pria, Rigen (Rigen Rakelna), Rispo (Ananta Rispo), dan Hifdzi Khoir (Hifdzi), yang menjalin persahabatan sejak kecil. Sedari kecil pula, mereka memiliki mimpi untuk menjadi seorang anggota Pemadam Kebakaran (Damkar).
Advertisement
Mereka bahkan memiliki julukannya sendiri yaitu sebagai Jagoan Api. Terutama Rigen, ketika ia kecil ia sudah pernah terjun langsung ke lokasi kebakaran dengan keberaniannya untuk menyelamat seorang anak seumurannya dari api yang membara.
Sampai di umur mereka yang sudah beranjak dewasa, ketiga sahabat itu mencoba mengikuti proses seleksi untuk masuk menjadi petugas damkar. Atas usaha mereka, akhirnya mereka lulus di tahap pertama dan berjuang untuk tahap-tahap selanjutnya.
Perjuangan Mengejar Mimpi
Menjalani tahapan-tahapan berikutnya ternyata bukan lah hal yang mudah bagi mereka. Mereka harus menjalani beberapa tahapan mulai dari tes fisik, bela diri, hingga operasi penyelamatan hewan.
Bersama dengan para Alogojo Api, Bondan (Carissa Perusset), Jayanti (Aurra Kharishma), Joana (Inaima), Sugeng (Sadha Triyudha), dan Sentot (Nigel Siwabessy), mereka diuji habis-habis untuk membuktikan bahwa mereka pantas bergabung menjadi seorang anggota damkar.
Berbagai cobaan pun mereka hadapi bersama. Lantas, akankah mereka berhasil mengejar cita-cita yang mereka impikan sejak kecil?
Film Komedi dengan Bawakan Profesi Damkar
Film komedi yang dibintangi trio komedian Rigen, Rispo, dan Hifdzi ini berhasil membawakan komedi-komedi yang satir namun tetap fresh. Para pemainnya berhasil menyampaikannya dengan luwes tanpa terlihat dibuat-buat. Penonton dibuat tertawa terbahak-bahak dengan jenaka yang tak henti dilontarkan.
Konsep yang membawakan profesi pemadam kebakaran juga menjadi hal menarik karena belum banyak yang membuat. Secara produksinya juga terlihat totalitas dengan menghadirkan elemen-elemen api yang terlihat nyata.
Akting Kompak Trio GJLS
Akting tiga sahabat di dunia nyata yang kemudian berakting sebagai sahabat pula di film tentu saja tidak perlu diragukan lagi. Setiap adegan yang mereka lakukan bersama benar-benar terasa sangat natural dan luwes. Memang seperti melihat sahabat yang sedang mengobrol dan melempar jenaka satu sama lain dalam sehari-hari.
Kekompakan yang berawal dari tongkrongan juga tidak membuat pemeran lain yang sedang beradu akting dengan mereka terlihat terabaikan. Justru, mereka berhasil merangkul pemain-pemain lain masuk ke alurnya.