Protes Henry Manampiring di Skrip Awal Film Filosofi Teras, soal Adegan Penting dan Filosofis

Henry Manampiring ungkap di draft awal tak ada adegan di teras.

oleh Afradhiya N. RDiterbitkan 29 Oktober 2026, 07:00 WIB
Henry Manampiring (kiri) mengangkat mic dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Liputan6.com, Jakarta - Penulis buku best seller berjudul Filosofi Teras yakni Henry Manampiring hadir dalam konferensi pers official poster dan soundtrack film dengan judul yang sama di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). Di momen itu, Henry membagikan ceritanya saat pertama kali membaca skenario awal.

Henry mengaku ada pertanyaan yang langsung muncul di kepalanya. Pertanyaan ini tentang ketiadaan teras di skenario awal. Sang penulis menyebut teras sangat penting untuk memastikan para penonton mengerti walaupun tak ada gambaran atau penjelasan seperti yang ada di buku Filosofi Teras.

“Iya, jadi waktu masih versi awal draft satu itu pas saya terima, saya baca, ya pertanyaan saya justru ‘terasnya di mana ya?’ Karena saya percaya film ini harus bisa dipahami dan dinikmati oleh bahkan mereka yang tidak baca buku saya. Kalau mereka yang membaca buku saya, dapat penjelasan di dalam bukunya, apa arti Filosofi Teras dan kenapa Teras. Nah, pas di naskah awal enggak ada,” ucap Henry Manampiring.

Ia pun menunjukkan kekhawatirannya tentang penonton yang akan menanyakan hal yang sama lantaran terdapat kata teras di judul film tersebut.

“Saya takutnya orang yang enggak baca bukunya, nonton filmnya, terus bingung. gitu. ‘Terasnya di mana ya?’ gitu,” tutur sang penulis.


Sampaikan Langsung Kekhawatirannya kepada Tim Penulis

Henry Manampiring (memegang mic) mengangkat mic dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Henry kemudian mengantarkan kekhawatirannya itu kepada tim penulis. Dalam momen itu, ia mengungkapkan kebahagiaannya atas respon tim penulis skenario yang tanggap terhadap pertanyaannya.

“Jadi saya sampaikan kepada tim penulis dan ya senang sekali ya karena tim penulisnya sangat responsif dan mengerti concern saya. Jadi kayaknya harus ada adegan teras yang cukup penting gitu. Di mana di situ ada filosofinya, ada ajarannya. Dan saya pikir sih sutradara Affandi udah berhasil meng-capture itu ya,” jelas Henry Manampiring.


Haqi Achmad Ungkap Dirinya dan Widi Lestari Tuang Curhatan di Skenario Filosofi Teras

Haqi Achmad dan Widi Lestari dalam konferensi pers official poster & soundtrack film Filosofi Teras di kawasan Jakarta pada, (27/10/2026). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Di sisi lain, Haqi Achmad mengungkapkan cerita menarik di balik penulisan film Filosofi Teras. Dalam pembuatan cerita ini, dirinya dan Widi Lestari seperti menuangkan keluh kesah dan pengalamannya. Namun, hal itu juga ternyata menjadi salah satu tantangannya.

Lanjut Baca:

“Fun fact-nya ini memang kami tuh jadi kayak berkaca karena sebenarnya ketika nulis film ini kami kan ada curhat ya, gitu. Kayak Nea adalah bagian dari aku dan Widi gitu. Dan memang kami berupaya untuk mencari cerita yang sangat dekat tapi juga enggak jatuhnya jadi proyek curhat kami. Jadi memang harus memisahkan antara kebutuhan cerita karakternya sama message dari Filosofi Teras itu sendiri,” ucap Haqi Achmad.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya