Ini Modal Peugeot Django Evo 125 Bersaing di Pasar Skutik Premium

Peugeot Django Evo 125 ditawarkan dalam dua tipe, yakni Allure dan Sport

oleh Septian PamungkasDiterbitkan 28 Oktober 2026, 13:21 WIB
Peluncuran Peugeot Django Evo 125 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Liputan6.com, Jakarta - Peugeot Motocycles Indonesia resmi memperkenalkan Django Evo 125 untuk pasar otomotif nasional di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Skuter matik (skutik) bergaya premium ini hadir dengan bahasa desain lebih modern, sekaligus melengkapi keluarga Django yang sebelumnya terdiri dari varian Classic, Sport, dan Café Racer.

Kehadiran Django Evo 125 di Indonesia berada di bawah naungan PT Permata Otomotif Indonesia (POI) selaku Agen Pemegang Merek (APM) dan distributor Peugeot Motocycles.

Selain menghadirkan produk baru, perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mengembangkan jaringan penjualan, layanan purnajual, serta ketersediaan suku cadang di Tanah Air.

Peugeot Django Evo 125 ditawarkan dalam dua tipe, yakni Allure dan Sport. Untuk tipe Allure, skutik ini dipasarkan dengan harga Rp 71 juta, sedangkan tipe Sport dibanderol Rp 74 juta. Kedua harga tersebut berstatus on the road (OTR) DKI Jakarta.

Model ini didatangkan secara utuh atau completely built up (CBU) dari China. Dengan desain yang lebih kontemporer, Django Evo menyasar pengendara yang menginginkan skutik dengan karakter premium, fitur modern, dan identitas desain khas Peugeot.

Peugeot Django Evo 125 membawa pendekatan desain yang berbeda dibandingkan beberapa anggota keluarga Django lainnya. Jika Django Classic menonjolkan siluet ikonis dan pilihan warna khas, Django Sport tampil lebih ekspresif melalui grafis nomor balap serta kombinasi warna.

Sementara itu, Django Café Racer menawarkan karakter berbeda melalui penggunaan spion bar-end, mini windscreen, dan tail cover yang dapat dilepas.

Django Evo hadir dengan garis bodi lebih tegas, grab rail terintegrasi, serta sistem pencahayaan LED yang memberikan kesan modern. Lampu LED signature dipadukan dengan lampu sein, lampu posisi, dan lampu belakang LED untuk membentuk identitas visual yang lebih kontemporer.

Perbedaan pendekatan desain tersebut memberikan pilihan karakter bagi konsumen yang ingin memiliki skutik premium dengan gaya sesuai preferensi masing-masing.

Peugeot Motocycles sendiri memiliki sejarah panjang di industri roda dua sejak 1898. Di Indonesia, merek ini juga pernah dikenal melalui moped Bhama Peugeot, termasuk keluarga Peugeot 103, pada era 1980-an.

Kehadiran Django Evo 125 menjadi bagian dari kelanjutan perjalanan merek tersebut di pasar Indonesia, dengan membawa produk yang disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas masa kini.

 

Peugeot Django Evo 125 yang diniagakan Peugeot Motocycles Indonesia didatangkan secara utuh dari Tiongkok. (Liputan6.com/Septian Pamungkas)

Beralih ke sektor dapur pacu, Peugeot Django Evo 125 menggunakan mesin bensin berkapasitas 125 cc, empat langkah, satu silinder, dan empat katup.

Mesin tersebut sudah dilengkapi sistem pendingin cairan serta electronic fuel injection (EFI) untuk mendukung pengaturan suplai bahan bakar.

Di atas kertas, mesin Django Evo 125 mampu menghasilkan tenaga maksimum 12,65 PS atau setara 9,3 kW pada putaran 8.500 rpm.

"Cc (kapasitas mesin) menang lebih kecil karena untuk mengejar efisiensi tapi mesin motor ini punya cukup power besar jadi cukup lincah untuk dipakai di perkotaan," kata Managing Director Peugeot Motocycle Indonesia, Erlangga Djojosputro.

Untuk menunjang pengendalian, skutik ini menggunakan suspensi teleskopik di bagian depan dan monoshock di belakang.

Sektor pengereman mengandalkan cakram depan berdiameter 200 mm dan cakram belakang berukuran 190 mm. Sistem tersebut dilengkapi anti-lock braking system (ABS) satu kanal.

Kombinasi mesin 125 cc, suspensi depan teleskopik, dan pengereman ABS menjadi bagian dari konfigurasi teknis yang ditawarkan Django Evo untuk kebutuhan berkendara sehari-hari.

Selain desain, Peugeot Django Evo 125 turut menawarkan sejumlah fitur modern pada area kokpit.

Skutik ini menggunakan layar TFT berwarna berukuran 5 inci yang menyajikan informasi berkendara. Kehadiran panel tersebut memberikan tampilan instrumen yang lebih modern dibandingkan pendekatan klasik yang identik dengan sebagian keluarga Django.

Fitur lainnya adalah keyless ignition, yang memungkinkan pengendara mengoperasikan kendaraan tanpa memasukkan anak kunci konvensional.

Django Evo 125 juga dilengkapi tombol pembuka kompartemen untuk memudahkan akses ke ruang penyimpanan di bagian depan. Kompartemen tersebut turut menyediakan soket pengisian daya untuk mendukung kebutuhan perangkat elektronik selama perjalanan.

Fitur lain yang disematkan mencakup lampu hazard dan pengaman standar samping. Perlengkapan tersebut melengkapi fungsi kendaraan untuk penggunaan sehari-hari.

Kehadiran fitur-fitur ini memperlihatkan upaya Peugeot memadukan karakter desain khas Django dengan kebutuhan kepraktisan dan kemudahan pengoperasian.

Dari sisi kepraktisan, Peugeot Django Evo 125 memiliki dek kaki rata yang memberikan ruang bagi pengendara untuk menempatkan kaki dengan lebih leluasa.

Bagasinya dirancang untuk mengakomodasi helm jenis jet dengan visor. Meski demikian, kapasitas aktual penyimpanan tetap bergantung pada bentuk dan ukuran helm yang digunakan.

Untuk penumpang, tersedia footstep dengan mekanisme tekan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Django Evo 125 memiliki tinggi jok 780 mm dan jarak sumbu roda 1.369 mm. Sementara itu, kapasitas tangki bahan bakarnya mencapai 7,9 liter.

Secara keseluruhan, skutik ini memiliki dimensi panjang 1.932 mm, lebar 753 mm, dan tinggi 1.110 mm. Bobot kosongnya tercatat 138 kg.

Adapun sektor kaki-kaki menggunakan ban depan berukuran 110/70-12 dan ban belakang 120/70-12.

Rangkaian dimensi dan perlengkapan tersebut menjadi bagian dari pertimbangan konsumen yang mencari skutik dengan desain khas Eropa, fitur modern, serta ruang penyimpanan untuk menunjang mobilitas harian.

Pilihan Warna dan Harga

Peugeot Motocycles Indonesia menghadirkan Django Evo 125 dalam dua tipe dengan pilihan warna berbeda.

Berikut daftar harga OTR resmi Peugeot Django Evo 125 untuk pasar DKI Jakarta:

  • Peugeot Django Evo 125 Allure: Rp 71 juta, tersedia dalam warna Ink Black dan Cherry Red
  • Peugeot Django Evo 125 Sport: Rp 74 juta, tersedia dalam warna Silver.

Dengan banderol mulai Rp 71 juta, model ini menawarkan kombinasi desain premium, mesin 125 cc, panel instrumen TFT, sistem keyless, dan pengereman ABS satu kanal.

Selain menghadirkan model baru, PT Permata Otomotif Indonesia juga mengembangkan dukungan kepemilikan Peugeot Motocycles di Indonesia.

Saat ini, jaringan yang disebutkan perusahaan mencakup Peugeot Motocycles Cilandak sebagai main dealer di Jakarta Selatan, Sea-Doo Can-Am Semarang, serta Tip Top Proshop Surabaya.

Jaringan tersebut menyediakan layanan penjualan dan servis. Konsumen juga dapat menjajal kendaraan melalui fasilitas test ride yang tersedia di Tip Top Proshop.

Dukungan purnajual mencakup perawatan berkala, diagnosis kendaraan, penyediaan suku cadang, serta aksesori asli Peugeot.

Untuk memastikan kesesuaian, ketersediaan suku cadang dan aksesori dikonfirmasi berdasarkan model serta kebutuhan kendaraan.

Ke depan, POI berencana memperluas jaringan ke sejumlah wilayah lain, termasuk Bali, Subang, dan Bandung, serta kota-kota besar lainnya.

Pengembangan jaringan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga keberlanjutan distribusi Peugeot Motocycles di Indonesia, sekaligus memberikan dukungan kepemilikan bagi konsumen.

Melalui Django Evo 125, Peugeot Motocycles menawarkan alternatif skutik 125 cc dengan desain lebih modern, fitur kekinian, dan karakter premium.

Kehadiran model ini juga diikuti upaya penguatan layanan penjualan serta purnajual untuk mendukung pertumbuhan merek di pasar roda dua nasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya