Lini Bisnis Baru Topang Pendapatan Robinhood pada Kuartal III 2026

Robinhood Chain selamatkan pendapatan kripto Robinhood dengan sumbangan US$ 26 juta atau Rp 472,4 miliar pada kuartal pertama.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 28 Oktober 2026, 18:07 WIB
Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Pendapatan kripto Robinhood melonjak 20% dari kuartal sebelumnya menjadi US$ 120 juta atau Rp 2,1 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.170) pada kuartal ketiga 2026. Lonjakan ini terjadi berkat kehadiran Robinhood Chain, lini bisnis baru yang berhasil mengimbangi kelesuan perdagangan kripto konvensional perusahaan.

Dalam laporan laba kuartal ketiganya, Robinhood Chain menyumbang US$ 26 juta atau Rp 472,4 miliar pada kuartal pertamanya beroperasi di mainnet. Jaringan blockchain ini baru diluncurkan sejak 1 Juli lalu, mengutip The Block, Rabu (28/10/2026).

Sebenarnya, tanpa kontribusi Robinhood Chain, pendapatan transaksi kripto Robinhood justru turun 6% dari kuartal kedua menjadi US$ 94 juta atau Rp 1,7 triliun. Total pendapatan kripto perusahaan pun masih tertekan 55% dibandingkan setahun lalu, saat pasar kripto tengah mendekati puncak tren bull.

Dengan kata lain, tanpa kehadiran Robinhood Chain, bisnis kripto Robinhood masih dalam tren melemah. Kehadiran lini bisnis baru inilah yang menyelamatkan laporan pendapatan kripto perusahaan dari penurunan lanjutan.

Volume perdagangan kripto Robinhood sendiri meningkat dari kuartal sebelumnya, naik 23% menjadi US$ 49,8 miliar atau Rp 904,9 triliun. Dari jumlah itu, US$ 20,6 miliar atau Rp 374,3 triliun berasal dari aplikasi Robinhood, sementara US$ 29,2 miliar atau Rp 530,6 triliun berasal dari Bitstamp, bursa kripto yang diakuisisi Robinhood tahun lalu.

Perusahaan menyebut Robinhood Chain, blockchain layer kedua yang dibangun di atas jaringan Arbitrum, telah memproses lebih dari US$ 80 miliar atau Rp 1.453 triliun volume transaksi di bursa terdesentralisasi (DEX). Jaringan ini juga menghasilkan lebih dari US$ 50 juta atau Rp 908,5 miliar dalam biaya transaksi sepanjang kuartal tersebut.

 

Pasar Prediksi Masih Jadi Penyumbang Terbesar

Robinhood Markets Inc. (Foto: Robinhood)

Meski Robinhood Chain berhasil mendongkrak bisnis kripto, pasar prediksi tetap menyumbang pendapatan lebih besar dibandingkan bisnis kripto Robinhood secara keseluruhan. Kontrak acara di segmen ini menghasilkan US$ 173 juta atau Rp 3,1 triliun, naik 11% dari kuartal sebelumnya dan melonjak lebih dari enam kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Dari total pendapatan pasar prediksi tersebut, US$ 28 juta atau Rp 508,8 miliar berasal dari Rothera, bursa patungan Robinhood bersama perusahaan finansial Susquehanna.

Laba Bersih Turun Meski Pendapatan Capai Rekor

Secara keseluruhan, total pendapatan bersih Robinhood naik 12% secara tahunan menjadi rekor US$ 1,42 miliar atau Rp 25,8 triliun. Namun, laba bersih perusahaan justru turun 14% menjadi US$ 476 juta atau Rp 8,6 triliun pada periode yang sama.

Saham Robinhood Markets, Inc. (HOOD) turun 5,5% dalam perdagangan setelah jam bursa reguler menjadi US$ 89,22 per lembar, atau Rp 1,6 juta. Dengan penurunan ini, saham Robinhood masih tertekan sekitar 22% sepanjang tahun berjalan, meski kinerja Robinhood Chain terbilang menjanjikan saat debut.

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi. 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya