Liputan6.com, Jakarta - Produsen kendaraan listrik asal China, XPeng Inc., mendapatkan persetujuan untuk melakukan pengujian kendaraan terhubung cerdas atau Intelligent Connected Vehicle (ICV) di Guangzhou. Izin ini membuka jalan bagi perusahaan untuk menggelar demonstrasi layanan taksi otonom atau Robotaxi dengan teknologi swakemudi Level 4 di berbagai wilayah kota tersebut.
Dilansir dari laman Autoindustriya, Rabu (28/10/2026), persetujuan ini menjadi tonggak penting bagi XPeng dalam mengembangkan teknologi Robotaxi, dari tahap validasi menuju pengujian operasional di dunia nyata. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari persiapan perusahaan untuk mengembangkan model bisnis komersial berbasis mobilitas otonom.
Advertisement
Pengujian Robotaxi tidak hanya berfokus pada kemampuan kendaraan untuk melaju tanpa campur tangan pengemudi. XPeng juga akan menguji berbagai aspek operasional layanan, mulai dari proses pemesanan kendaraan, pengelolaan armada, penentuan titik penjemputan penumpang, hingga penanganan situasi darurat.
Melalui pengujian di Guangzhou, XPeng dapat memanfaatkan interaksi dengan pengguna untuk mengevaluasi dan menyempurnakan sistem layanan. Data yang terkumpul juga diharapkan membantu perusahaan meningkatkan efisiensi pengelolaan armada serta mengoptimalkan alur operasional Robotaxi.
Pada tahap awal, layanan ini akan diluncurkan secara bertahap dengan menggunakan sistem kode undangan. Pendekatan tersebut memungkinkan XPeng mengendalikan proses uji coba sekaligus menjadikan aspek keselamatan sebagai salah satu prioritas utama sebelum layanan diperluas.
Pemilihan Guangzhou sebagai lokasi pengujian memiliki arti strategis bagi XPeng. Kota tersebut merupakan salah satu pusat penting perusahaan, baik untuk kegiatan riset dan pengembangan (R&D) maupun produksi kendaraan dalam skala besar.
Keberadaan fasilitas tersebut memungkinkan XPeng mengintegrasikan berbagai teknologi yang dibutuhkan untuk menghadirkan layanan mobilitas otonom. Komponen perangkat keras kendaraan, perangkat lunak swakemudi, dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi bagian dari pengembangan ekosistem Robotaxi.
Pengujian langsung di jalan raya juga memberikan kesempatan bagi XPeng untuk mengevaluasi kinerja teknologi dalam menghadapi beragam kondisi lalu lintas. Selain kemampuan berkendara secara mandiri, kesiapan sistem pendukung dan pengelolaan layanan menjadi faktor penting untuk menentukan keberhasilan implementasi Robotaxi.
Teknologi swakemudi Level 4 sendiri memungkinkan kendaraan menjalankan seluruh tugas mengemudi secara mandiri dalam wilayah atau kondisi operasional yang telah ditentukan.
Berbeda dari Level 2 yang masih mengharuskan pengemudi mengawasi sistem secara terus-menerus, kendaraan Level 4 dirancang untuk menangani tugas berkendara tanpa intervensi manusia selama masih berada dalam batas operasionalnya.
Meski demikian, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan pengujian menyeluruh, termasuk untuk memastikan kendaraan mampu merespons situasi yang tidak terduga dan menjalankan prosedur keselamatan ketika menghadapi kondisi di luar kemampuan sistem.
XPeng Pilih Jadi Penyedia Teknologi Robotaxi
Di tengah pengembangan layanan Robotaxi, XPeng juga telah menentukan arah strategi bisnisnya. Ketua sekaligus CEO XPeng, He Xiaopeng, sebelumnya menegaskan bahwa perusahaan tidak akan memosisikan diri sebagai operator armada Robotaxi berskala besar secara mandiri.
Sebaliknya, XPeng ingin berperan sebagai penyedia teknologi dan fasilitator ekosistem yang memungkinkan mitra bisnis mengembangkan layanan mobilitas otonom.
Melalui strategi tersebut, XPeng berencana menawarkan solusi terintegrasi kepada mitra global. Layanan yang disiapkan mencakup platform kendaraan, perangkat lunak swakemudi, serta kemampuan AI yang dibutuhkan untuk mendukung operasional Robotaxi.
Model bisnis ini membuka beberapa sumber pendapatan bagi perusahaan, mulai dari penjualan perangkat keras kendaraan, penyediaan layanan teknologi, hingga pembagian komisi dengan mitra.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan XPeng memperluas penerapan teknologinya tanpa harus menanggung seluruh kebutuhan operasional armada secara langsung. Mitra yang bekerja sama nantinya dapat memanfaatkan teknologi XPeng untuk membangun layanan mobilitas sesuai dengan kebutuhan pasar masing-masing.
Pada Oktober 2026, XPeng secara resmi memperkenalkan merek Robotaxi bernama XPeng YOYO. Perusahaan juga membuka pendaftaran uji coba kendaraan otonom untuk masyarakat di China sebagai bagian dari pengembangan layanan tersebut.
Peluncuran XPeng YOYO menandai langkah perusahaan untuk memperkenalkan teknologi swakemudi sebagai bagian dari bisnis mobilitas, bukan sekadar fitur pada kendaraan listrik yang dijual kepada konsumen.
Setelah mengembangkan operasional di China, XPeng mulai mengarahkan perhatian ke pasar internasional. Perusahaan dilaporkan tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan sejumlah platform penyedia layanan mobilitas terkemuka di Eropa.
Pengalaman yang diperoleh melalui pengujian di Guangzhou akan menjadi salah satu fondasi untuk mendukung rencana ekspansi tersebut. Namun, penerapan Robotaxi di pasar internasional tetap membutuhkan penyesuaian terhadap kondisi lalu lintas, regulasi, serta kebutuhan pengguna di setiap wilayah.
Bagi XPeng, strategi ini membuka peluang untuk mengembangkan bisnis berbasis teknologi di luar penjualan kendaraan listrik konvensional. Perusahaan dapat memanfaatkan keahlian dalam pengembangan perangkat keras, perangkat lunak, dan AI untuk menawarkan solusi mobilitas kepada mitra di berbagai negara.
Dengan persetujuan pengujian Robotaxi Level 4 di Guangzhou, XPeng kini memiliki kesempatan untuk menguji kesiapan teknologi sekaligus model bisnisnya dalam kondisi operasional nyata.
Keberhasilan tahap ini akan menjadi bagian penting dalam menentukan langkah selanjutnya bagi XPeng YOYO, terutama dalam memperluas kolaborasi dengan mitra bisnis dan mempersiapkan layanan mobilitas otonom untuk pasar global.