Kredit BCA Tembus Rp 1.063 Triliun, Ini Penopang Utamanya

Kredit BCA meroket 12,6% hingga tembus Rp 1.063 Triliun. Lonjakan kredit produktif dan dana murah jadi pendorong utamanya

oleh Tira SantiaDiterbitkan 27 Oktober 2026, 17:45 WIB
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong. (Liputan6.com/Tira Santia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anaknya mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga menembus Rp 1.063 triliun per September 2026.

"Penyaluran kredit yang prudent ini menyasar berbagai sektor, mulai dari korporasi, komersial, hingga UMKM. Langkah ini ditopang oleh likuiditas dan pendanaan yang solid, terlihat dari lonjakan dana murah (CASA) sebesar 10,4% menjadi Rp 1.103 triliun. Secara keseluruhan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) juga naik 8% YoY mencapai Rp 1.301 triliun," ujar Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, dalam konferensi pers Kinerja BCA Kuartal III-2026, Selasa (27/10/2026).

Hendra menegaskan bahwa BCA terus menyalurkan kredit ke berbagai sektor demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian serta menjaga kestabilan likuiditas perseroan.

Dari sisi penopang utamanya, pembiayaan BCA disokong oleh kredit produktif yang tumbuh 17,2% YoY menjadi Rp 831 triliun. Rinciannya mencakup kredit korporasi yang melonjak 20,9% YoY menjadi Rp 528,1 triliun, kredit komersial sebesar Rp 154,1 triliun (naik 7,8% YoY), serta kredit UKM yang meningkat 15,4% YoY hingga Rp 149,2 triliun.

"Laju penyaluran pembiayaan ini salah satunya didorong oleh kesuksesan gelaran BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha. Selain itu, kami juga menyelenggarakan BCA Wealth Summit 2026 sebagai sarana edukasi finansial agar masyarakat dan nasabah semakin bijak dalam mengelola keuangan," pungkasnya.

 

BCA Kantongi Laba Rp 45,2 Triliun pada Kuartal III-2026

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 45,2 triliun atau tumbuh 4,2% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III-2026.

"Laba bersih BCA dan entitas anak tumbuh 4,2% year on year menjadi Rp 45,2 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2026," kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam Konferensi Pers Kinerja BCA Kuartal III-2026, Selasa (27/10/2026).

Adapun BCA mencatat pertumbuhan kredit sebesar 12,6% YoY menjadi Rp 1.063 triliun per September 2026.

Hendra menjelaskan, penyaluran kredit secara prudent dilakukan ke berbagai sektor mulai dari korporasi, komersial, hingga UMKM. Kinerja ini ditopang likuiditas dan pendanaan yang solid, terlihat dari kenaikan giro dan tabungan (CASA) hingga 10,4% menjadi Rp 1.103 triliun. Total dana pihak ketiga (DPK) juga naik 8% YoY mencapai Rp 1.301 triliun.

"BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional, dengan senantiasa mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perseroan," ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra mengatakan pembiayaan BCA ditopang oleh kredit produktif sebesar Rp 831 triliun yang tumbuh 17,2% YoY. Kredit produktif mencakup pembiayaan korporasi yang naik 20,9% YoY mencapai Rp 528,1 triliun, kredit komersial Rp 154,1 triliun (tumbuh 7,8% YoY), dan kredit UKM hingga Rp 149,2 triliun (tumbuh 15,4% YoY).

"Penyaluran pembiayaan juga salah satunya ditopang BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha. Kami juga telah menggelar BCA Wealth Summit 2026 sebagai forum edukasi finansial bagi nasabah dan masyarakat agar semakin cermat mengelola keuangan," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya