Citizen6, Banda Aceh: Pasar malam di simpang KB (Kantor Bupati) dan DPRD Aceh Tamiang menjadi tempat menjemput rezeki bagi para pedagang jajanan dan mainan anak. Para pedagang, baik muda dan tua, laki dan perempuan, bujang maupun kepala keluarga, berlomba menjemput peruntungan (rezeki) di simpang itu.
Simpang KB dan DPRD Aceh Tamiang berubah fungsi menjadi pasar malam sejak petang hingga jelang tengah malam pada hari-hari libur.
Berdasarkan penuturan Nuraina, seorang pedagang makanan dan minuman, pasar malam dadakan ini baru berumur satu tahun.
"Awal tahun 2013 silam mulai ada pasar malam di simpang KB ini bang. Pagi sampai sore, kami jualan di tempat yang berbeda-beda di seputaran Kota Kuala Simpang," ujar Nuraina, ibu muda yang didampingi suaminya, M Solihin.
Dua sisi jalan sepanjang 150 meter itu memang dipenuhi pedagang kecil. Kursi dan meja tersusun rapi di atas trotoar yang membelakangi kantor DPRD. Ada yang menjajakan minuman dingin beserta gorengan ringan seperti sosis, pisang, tahu, tempe dan lainnya. Ada pula yang menjajakan kelapa muda.
Pedagang yang paling mendominasi adalah penjaja jasa. Mereka menyewakan ragam mainan anak-anak. Ada mobil dan motor yang dijalankan dengan remote control untuk keamanan pemakainya, skuter, dan juga ada bendi atau delman serta odong-odong.
Di antara permainan tersebut, bendi atau delman dan odong-odong merupakan mainan yang paling banyak menarik minat pengunjung. Kuda-kuda yang menarik bendi berpostur besar dan gagah sekali. Dengan hanya membayar Rp 5 ribu , pengunjung bisa menikmati suasana malam di Kota Kuala Simpang sekali putaran dengan jarak 5 kilometer.
Lalu, mobil dan motor beremote control mengikutinya. Dua mainan ini banyak disewa oleh keluarga yang membawa anak-anak balita, pre-school, dan TK. Terlihat jelas kebahagiaan pada raut muka anak-anak itu ketika orangtua mereka mulai menjalankan mobil atau motor sewaan mereka. Sesekali ada juga anak berusia Sekolah Dasar yang menggunakannya.
"Alhamdulillah, penghasilan kami sedikit lebih banyak di pasar malam mini dari pada berjualan di siang hari. Malam-malam gini kan, orangtua yang bekerja, baik pegawai negeri atau swasta, bisa membawa anak-anaknya bermain dan membeli jajanan yang murah meriah seperti yang saya jual ini bang," ungkap Nuraina, ibu 3 anak ini sembari tersenyum bahagia. (mar)
Penulis
Ahmad Arif
Banda Aceh, faziakusayxxx@gmail.com
Baca juga:
Keramaian Pasar Malam Simpang Aceh Tamiang
Meriahnya Perayaan Sekaten di Alun-alun Yogyakarta
Pasar Malam, Hiburan Anak Tak Harus Mahal
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com
Simpang KB dan DPRD Aceh Tamiang berubah fungsi menjadi pasar malam sejak petang hingga jelang tengah malam pada hari-hari libur.
Berdasarkan penuturan Nuraina, seorang pedagang makanan dan minuman, pasar malam dadakan ini baru berumur satu tahun.
"Awal tahun 2013 silam mulai ada pasar malam di simpang KB ini bang. Pagi sampai sore, kami jualan di tempat yang berbeda-beda di seputaran Kota Kuala Simpang," ujar Nuraina, ibu muda yang didampingi suaminya, M Solihin.
Dua sisi jalan sepanjang 150 meter itu memang dipenuhi pedagang kecil. Kursi dan meja tersusun rapi di atas trotoar yang membelakangi kantor DPRD. Ada yang menjajakan minuman dingin beserta gorengan ringan seperti sosis, pisang, tahu, tempe dan lainnya. Ada pula yang menjajakan kelapa muda.
Pedagang yang paling mendominasi adalah penjaja jasa. Mereka menyewakan ragam mainan anak-anak. Ada mobil dan motor yang dijalankan dengan remote control untuk keamanan pemakainya, skuter, dan juga ada bendi atau delman serta odong-odong.
Di antara permainan tersebut, bendi atau delman dan odong-odong merupakan mainan yang paling banyak menarik minat pengunjung. Kuda-kuda yang menarik bendi berpostur besar dan gagah sekali. Dengan hanya membayar Rp 5 ribu , pengunjung bisa menikmati suasana malam di Kota Kuala Simpang sekali putaran dengan jarak 5 kilometer.
Lalu, mobil dan motor beremote control mengikutinya. Dua mainan ini banyak disewa oleh keluarga yang membawa anak-anak balita, pre-school, dan TK. Terlihat jelas kebahagiaan pada raut muka anak-anak itu ketika orangtua mereka mulai menjalankan mobil atau motor sewaan mereka. Sesekali ada juga anak berusia Sekolah Dasar yang menggunakannya.
"Alhamdulillah, penghasilan kami sedikit lebih banyak di pasar malam mini dari pada berjualan di siang hari. Malam-malam gini kan, orangtua yang bekerja, baik pegawai negeri atau swasta, bisa membawa anak-anaknya bermain dan membeli jajanan yang murah meriah seperti yang saya jual ini bang," ungkap Nuraina, ibu 3 anak ini sembari tersenyum bahagia. (mar)
Penulis
Ahmad Arif
Banda Aceh, faziakusayxxx@gmail.com
Baca juga:
Keramaian Pasar Malam Simpang Aceh Tamiang
Meriahnya Perayaan Sekaten di Alun-alun Yogyakarta
Pasar Malam, Hiburan Anak Tak Harus Mahal
Disclaimer:
Citizen6 adalah media publik untuk warga. Artikel di Citizen6 merupakan opini pribadi dan tidak boleh menyinggung SARA. Isi artikel menjadi tanggung jawab si penulisnya.
Anda juga bisa mengirimkan link postingan terbaru blog Anda atau artikel disertai foto seputar kegiatan komunitas, kesehatan, keuangan, wisata, kuliner, gaya hidup, sosial media, dan lainnya ke Citizen6@liputan6.com