Liputan6.com, Dhaka - Bangladesh mencatat lonjakan kasus demam berdarah (DBD) dengan 2.249 kasus baru dalam 24 jam hingga Minggu pagi. Angka tersebut menjadi jumlah kasus harian tertinggi yang tercatat sepanjang tahun ini.
Dikutip dari Xinhua, Senin (26/10/2026), berdasarkan data terbaru Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh (DGHS), tujuh orang juga meninggal dunia akibat DBD dalam periode 24 jam hingga pukul 08.00 waktu setempat pada Minggu.
Advertisement
Dengan tambahan kasus dan kematian tersebut, total kasus DBD di Bangladesh sepanjang tahun ini mencapai 123.948 kasus, dengan jumlah korban meninggal sebanyak 384 orang.
Data DGHS menunjukkan, jumlah kematian akibat DBD meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 139 orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut pada Oktober, disusul 148 orang pada September, 43 orang pada Agustus, 36 orang pada Juli, dan 13 orang pada Juni.
DBD biasanya menjadi penyakit musiman di Bangladesh yang meningkat selama musim hujan. Namun, penyebaran penyakit tersebut kini meluas melampaui periode yang biasanya terjadi, yakni Juni hingga September.
Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman baru-baru ini menginstruksikan otoritas terkait untuk menggelar kampanye kesadaran publik guna mencegah penyebaran DBD.
Kampanye tersebut akan dilakukan menggunakan pengeras suara di lingkungan permukiman warga.