Liputan6.com, Jakarta - Sensasi naik kereta api menembus wilayah pegunungan dan meliuk di ketinggian ratusan meter di atas permukaan laut memiliki daya tarik tersendiri. Di balik lanskap megah Jawa dan Sumatra, terdapat jajaran stasiun unik yang tangguh melayani mobilitas harian warga hingga perjalanan antarkota.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) merangkum sepuluh stasiun berelevasi tinggi yang aktif beroperasi sepanjang Januari hingga September 2026. Keberadaan stasiun-stasiun ini menjadi bukti bahwa lintasan ekstrem pegunungan tak melunturkan peran vital moda transportasi rel.
Advertisement
Vice President of Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa papan elevasi di setiap stasiun mencerminkan keanekaragaman topografi yang dilintasi si ular besi.
"Setiap stasiun memiliki cerita tersendiri, mulai dari kondisi geografis, sejarah, hingga pola perjalanan masyarakat. Data aktivitas pelanggan memperlihatkan bahwa stasiun di lintasan berelevasi tinggi tetap menjadi urat nadi mobilitas warga," ujar Anne dalam keterangan resminya dikutip Minggu (25/10/2026).
Secara keseluruhan, kesepuluh stasiun tertinggi ini telah membukukan 3.898.074 pergerakan naik-turun penumpang sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Berikut 10 Stasiun Tertinggi yang Masih Beroperasi
1. Stasiun Nagreg (848 mdpl)
Predikat stasiun aktif tertinggi di Indonesia dipegang oleh Stasiun Nagreg di Jawa Barat. Berada di ketinggian 848 meter di atas permukaan laut (mdpl), stasiun ini melayani lintasan Commuter Line Bandung Raya dengan total 42.566 pelanggan (26.712 naik dan 15.854 turun).
2. Stasiun Cipeundeuy (772 mdpl)
Berada di posisi kedua, Stasiun Cipeundeuy di Garut, Jawa Barat, mencatatkan 38.524 pergerakan penumpang KA jarak jauh (20.009 naik dan 18.515 turun). Cipeundeuy punya peran operasional vital, di mana semua kereta wajib berhenti di sini untuk pemeriksaan teknis rem sebelum melintasi jalur pegunungan terjal.
3. Stasiun Cimindi (736 mdpl)
Meski berada di urutan ketiga tertinggi, Stasiun Cimindi merupakan salah satu simpul paling sibuk di Bandung Raya. Mengakomodasi kebutuhan komuter harian, stasiun ini mencatatkan 874.522 aktivitas penumpang (460.122 gate in dan 414.400 gate out).
4. Stasiun Cimahi (723 mdpl)
Stasiun Cimahi mencatatkan angka kesibukan tertinggi di antara kelompok stasiun dataran tinggi. Total pergerakan mencapai 1.400.263 penumpang, gabungan dari 298.903 penumpang KA jarak jauh (154.984 naik, 143.919 turun) dan 1.101.360 pelanggan Commuter Line (551.062 gate in, 550.298 gate out).
5. Stasiun Garut (717 mdpl)
Sejak direaktivasi pada 24 Maret 2022, Stasiun Garut kembali menggeliat di jalur Cibatu–Garut. Stasiun ini membukukan 746.601 aktivitas penumpang, terdiri atas 330.612 pelanggan KA jarak jauh (169.081 naik, 161.531 turun) dan 415.989 pelanggan Commuter Line (211.551 gate in, 204.438 gate out).
Jejak Stasiun Berelevasi Tinggi di Perbukitan Sumatra
6. Stasiun Siantar (383,47 mdpl)
Beralih ke Sumatra Utara, Stasiun Siantar menjadi tulang punggung layanan KA Siantar Ekspres. Berada di ketinggian 383,47 mdpl, stasiun ini mencatatkan 279.492 pergerakan penumpang (141.672 berangkat dan 137.820 tiba).
7. Stasiun Baja Linggei (284,20 mdpl)
Masih di jalur perlintasan KA Siantar Ekspres, Stasiun Baja Linggei melayani kawasan perbukitan Sumatra Utara dengan catatan pergerakan 5.071 penumpang (2.714 naik dan 2.357 turun).
8. Stasiun Dolok Merangir (144,56 mdpl)
Terletak di Simalungun, stasiun ini menjadi stasiun aktif paling utara di Kabupaten Simalungun di bawah Divre I Sumatra Utara dan Aceh. Sepanjang sembilan bulan berjalan, tercatat 17.344 aktivitas penumpang (9.238 naik dan 8.106 turun).
9. Stasiun Kayutanam (144 mdpl)
Di Sumatra Barat, Stasiun Kayutanam hadir melayani perjalanan KA Lembah Anai sekaligus menyimpan jejak sejarah penting jalur rel bergerigi ke arah Padang Panjang. Stasiun ini membukukan 113.210 pergerakan penumpang (54.156 naik dan 59.054 turun).
10. Stasiun Lubuk Linggau (130 mdpl)
Menutup daftar sepuluh besar, Stasiun Lubuk Linggau menjadi stasiun tertinggi di wilayah Divre III Palembang. Melayani KA Bukit Serelo dan KA Sindang Marga, stasiun ini mencatatkan volume 380.481 penumpang (192.460 naik dan 188.021 turun).