Kantongi Rp 3,6 Triliun, AS Bikin Anjing Militer Hasil Rekayasa Genetika

Startup AS Warhound mengantongi pendanaan Rp 3,6 triliun untuk merekayasa genetik anjing militer. Proyek ini disokong investor raksasa hingga CIA.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 25 Oktober 2026, 09:30 WIB
Anjing Militer AS Akan Pakai Kacamata AR. Dok: Command Sight

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan rintisan (startup) baru asal Amerika Serikat (AS), Warhound, resmi keluar dari fase rahasia (stealth mode) dengan mengantongi pendanaan awal sebesar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,62 triliun (kurs Rp 18.105 /US$).

Suntikan dana fantastis ini disokong oleh jajaran investor raksasa seperti Sequoia, 8VC, Corner Ventures, hingga In-Q-Tel, firma modal ventura milik intelijen AS (CIA). Kesepakatan ini sekaligus melambungkan valuasi Warhound hingga mencapai US$ 1,2 miliar.

Mengutip TechCrunch, Minggu (25/10/2026), Warhound lahir dari kolaborasi pendiri Colossal Biosciences, Ben Lamm, dan pendiri Anduril, Palmer Luckey. Keduanya berambisi melakukan rekayasa genetika pada anjing kerja (working dogs) untuk mendukung kebutuhan militer AS, penegak hukum, hingga tim tanggap darurat.

Anjing-anjing ini dirancang khusus untuk menangani tugas berisiko tinggi yang sulit dilakukan mesin, seperti pelacakan bom dan operasi militer khusus.

 

Atasi Krisis Pasokan Anjing Militer

Ilustrasi anjing dalam tugas militer. Anjing ini dilatih melompat dari helikopter Chinook milik Angkatan Darat AS. (Sumber US Army untuk ranah publik)

Warhound menilai saat ini AS sedang mengalami krisis ketersediaan anjing kerja. Lebih dari 80% anjing militer AS masih harus diimpor dari Eropa, dan kurang dari separuhnya yang dinyatakan layak bertugas.

"Gagasannya adalah, jika kita dapat membuat anjing-anjing ini lebih sehat, lebih aman, dan berkinerja unggul, mereka akan bertugas jauh lebih optimal di lapangan," ujar Lamm, dikutip dari TechCrunch.

Melalui teknologi milik Colossal, tim peneliti mengumpulkan sampel sel dari ras unggulan seperti Belgian Malinois dan German Shepherd untuk disimpan di biobank. Dari sana, gen anjing akan diedit dengan menambahkan gen pembawa sifat unggul sekaligus menghapus risiko penyakit bawaan seperti kanker, atrofi otot, hingga penurunan fungsi penglihatan.

Perpaduan Rekayasa Genetika dan Teknologi Tempur

Di sisi lain, Anduril bertugas memasok perangkat keras dan lunak pendukung. Ini mencakup rompi pelindung dan kacamata khusus berfitur sensor data untuk meningkatkan kesadaran situasional penanganan di lapangan. Lamm menegaskan bahwa teknologi dari Anduril berada 'di luar tubuh anjing, bukan di dalam,' demi memberikan perlindungan ekstra bagi satwa maupun personel militer. 

Colossal memanfaatkan anak perusahaannya, ViaGen, untuk mengawal proses kloning dan inkubasi tahap pertama.Kelahiran anjing hasil rekayasa genetika pertama ini ditargetkan pada awal tahun depan, dan diproyeksikan mulai bertugas dalam dua tahun mendatang.

Terkait aspek etika dan kesejahteraan satwa, Warhound menggandeng American Humane Society untuk menyusun standar serta sertifikasi pelatihan.

"Kami menyambut baik langkah Warhound dan Colossal yang melibatkan organisasi perlindungan satwa nasional berbasis sains dan etika ini. Kami berkomitmen memastikan seluruh hewan dalam perawatan mereka diperlakukan secara manusiawi," ungkap perwakilan American Humane Society.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya