Pevita Pearce Menangis di Pesawat Saat Baca Skrip 'Gasigogi'

Pevita Pearce ungkap perasaannya ketika membaca naskah film Gasigogi. Kok bisa sampai menangis?

oleh Fikri Alfi RosyadiDiterbitkan 24 Oktober 2026, 23:48 WIB
Pevita dan Cast Gasigogi lainnya (credit: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Liputan6.com, Jakarta - Pevita Pearce mengaku menangis saat membaca skrip film Gasigogi di dalam pesawat. Ia memerankan karakter Tania dalam film garapan sutradara Lee Hwan-kyung ini. Menurutnya, pengalaman membaca skrip ini berbeda dari biasanya.

"Jadi biasanya kalau aku pertama kali baca skrip, pas baca tuh masih, 'Oh, ini kurang ini, ini kurang itu'. Masih kerasa ini aku lagi baca skrip," ujar Pevita Pearce saat ditemui di kantor Falcon Pictures, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026).

"Tapi pas baca skrip ini, aku langsung masuk ke dalam ceritanya. Aku bisa ngebayangin semuanya detail-detail yang ada di skenario tuh aku bisa ngebayangin," sambungnya.


Masih Baper

Pevita membaca skrip itu selama sekitar 1,5 jam. Selama itu, ia bisa membayangkan perjalanan karakter Jiwa yang diperankan Vino G. Bastian dan Juna, anaknya. Air matanya pun mulai menetes di tempat umum.

"Perjalanan karakternya yang diperanin Vino, Jiwa, dan juga karakter anaknya, Juna, semuanya udah bisa aku visualisasikan di kepalaku dan aku sadar aku hilang aja di dalam cerita itu selama berapa tuh, 1,5 jam aku baca itu. Sampai akhirnya aku pun enggak sadar, pertama nangis netes kan, ya udah, aku kayak tahan, tahan, tempat umum, banyak orang," katanya.

Perasaan itu masih terbawa sampai para pemain selesai menjalani big reading. Pevita mengaku skripnya penuh gejolak emosi, sampai ia hanya sanggup membacanya sedikit demi sedikit. Meski begitu, ia merasa senang bisa terlibat di proyek ini.

"Ini aja kita baru selesai big reading, enggak bohong aku masih kerasa berat banget di dada, nyelesaiin skrip itu tadi one go. Karena sejauh ini aku baca juga cuma bisa setengah-setengah dulu karena roller coaster of emotions-nya itu sih," jelasnya.


Soal Kendala Bahasa dengan Sutradara

Pevita dan Cast Gasigogi lainnya (credit: KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Soal kendala bahasa, Pevita menyebut Lee Hwan-kyung berbahasa Korea sementara para pemain berbahasa Indonesia. Namun Lee punya tim penerjemah yang kuat. Pevita juga memuji cara Lee menyampaikan idenya kepada para pemain.

"Tapi aku bisa akuin Mr. Lee tuh orang yang master of communication. Dia jago banget mengomunikasikan apa yang ada di kepala dia untuk make sure kita tuh bener-bener paham every single detail. Dan dia tuh willing to take the time untuk bener-bener ngejelasin semuanya in depth," tuturnya.


Proses Reading

Vino G. Bastian menambahkan, proses reading berjalan sangat mendalam. Dalam sehari, hanya satu sampai dua adegan yang dibahas selama berjam-jam. Cara ini berbeda dari kebiasaan di Indonesia yang bisa mencapai belasan adegan.

"Jadi bisa kita dalam satu hari itu, sepanjang ber- berjam-jam itu, reading itu cuma satu scene, dua scene. Biasanya kita kalau misalnya di sini, ya bisa sepuluh scene, berapa scene. Ini bener-bener satu scene, dua scene, tapi bener-bener deep banget, ngegali banget gitu," katanya.

"Sampai sampai kadang-kadang kita, 'Iya ya, ternyata selama ini kita ngebaca skrip tuh cuma segini, tapi ternyata tuh luas banget, dalam banget.' Gitu," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya