Tips Kaya Ala Kevin O'Leary: Investasikan 15% Penghasilan Sejak Dini

Investor kakap Kevin O’Leary membagikan tips sederhana membangun kekayaan. Cukup investasikan 15% dari penghasilan dan manfaatkan keajaiban bunga majemuk.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 25 Oktober 2026, 07:05 WIB
Investor kawakan dan pengusaha sukses Kevin O’Leary. (Dok kevinoleary.com)

Liputan6.com, Jakarta - Investor kakap Kevin O’Leary, yang dikenal gemar memakai setelan jas mencolok dan perhiasan berlian, ternyata menyimpan nasihat investasi yang sangat sederhana. Nasihatnya ini bahkan terkesan sangat mendasar bagi siapa pun yang ingin membangun kekayaan jangka panjang.

"Nasihat apa yang saya berikan berulang kali kepada anak-anak saya soal uang? Jangan belanjakan, tabung, investasikan, biarkan ia tumbuh majemuk, itulah hadiah yang diberikan pasar kepada Anda," kata O’Leary dalam sebuah video di akun Instagram miliknya, dikutip dari Yahoo Finance, Minggu (25/10/2026).

O’Leary menyarankan untuk mengambil 15% dari seluruh penghasilan, mulai dari gaji utama, pekerjaan sampingan, hingga uang pemberian dari keluarga. Uang tersebut kemudian diinvestasikan ke pasar keuangan dan dibiarkan tumbuh secara majemuk dari waktu ke waktu.

Meski terdengar sederhana, O’Leary menyebut berpegang pada aturan 15% ini bisa membawa seseorang menjadi miliuner pada usia 65 tahun. Menariknya, seseorang bahkan tidak harus berpenghasilan sangat besar atau terlahir dari keluarga kaya untuk mencapainya.

 

Pentingnya Memulai Investasi Sejak Dini

Kevin O’Leary | Foto : istimewa

Memanfaatkan kekuatan bunga majemuk membutuhkan disiplin tinggi. Seseorang harus menabung dan berinvestasi secara konsisten, meski kondisi pasar sedang bergejolak atau berita finansial terasa membebani pikiran.

Namun, konsistensi saja tidak cukup. Faktor lain yang sama pentingnya adalah kapan seseorang mulai berinvestasi dan berapa besar imbal hasil portofolionya dari waktu ke waktu.

Sebagai contoh, jika seseorang mulai menabung 15% dari pendapatannya sejak usia 25 tahun dengan imbal hasil tahunan 4%, ia hanya perlu berpenghasilan sekitar US$ 67.459 atau Rp 1,2 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran Rp 18.090) per tahun untuk mencapai angka US$ 1 juta atau Rp 18 miliar pada usia 65 tahun.

Namun, jika baru mulai pada usia 40 tahun, penghasilan yang dibutuhkan melonjak lebih dari dua kali lipat, yakni sekitar US$ 155.086 atau Rp 2,8 miliar per tahun, untuk mencapai target yang sama. Sebaliknya, jika berhasil memperoleh imbal hasil lebih tinggi sebesar 8%, penghasilan yang dibutuhkan justru turun menjadi sekitar US$ 83.563 atau Rp 1,5 miliar per tahun.

 

Filosofi Serupa dari Warren Buffett

Kevin O’Leary | Foto : istimewa

Secara historis, indeks acuan S&P 500 di pasar saham Amerika Serikat (AS) telah memberikan rata-rata imbal hasil tahunan sebesar 10,51% sejak 1957. Meski begitu, kinerja masa lalu tetap tidak bisa menjamin hasil yang sama di masa depan.

Nasihat O’Leary untuk berinvestasi dan membiarkannya tumbuh majemuk sejalan dengan filosofi legenda investasi dunia, Warren Buffett. Dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway pada 2020, Buffett pernah menyebut bahwa bagi kebanyakan orang, langkah terbaik adalah memiliki reksa dana indeks S&P 500.

Pendekatan ini memberi investor eksposur ke 500 perusahaan terbesar di AS dari berbagai sektor industri sekaligus. Diversifikasi semacam ini bisa didapat secara instan, tanpa perlu pemantauan atau manajemen aktif yang rumit.

Kendati demikian, menyisihkan 15% dari setiap gaji memang tidak mudah. Berdasarkan data Federal Reserve Bank of St. Louis, tingkat tabungan pribadi di AS hanya sebesar 4,1% per Agustus 2026.

Angka ini menunjukkan kesenjangan besar antara standar yang disarankan O’Leary dengan kemampuan menabung rata-rata rumah tangga saat ini. Namun, pesan intinya tetap relevan: semakin dini dan konsisten seseorang berinvestasi, semakin besar peluang kekayaannya bertumbuh di masa depan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya