Dua Tahun Prabowo-Gibran, Industri Pengolahan Topang 82,4% Ekspor

Dua Tahun Prabowo Gibran, ekspor Indonesia mencapai US$ 193,64 miliar. Seberapa besar dampaknya bagi industri dan pekerja lokal?

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 Oktober 2026, 09:00 WIB
Sebagai informasi, komoditas utama penyumbang surplus non-migas pada Desember 2025 antara lain lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. TTampak foto udara menunjukkan aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, pada Rabu 4 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Dua Tahun Prabowo Gibran menjadi momentum untuk melihat perkembangan perdagangan Indonesia, termasuk kinerja ekspor yang terus tumbuh.

Pada Januari–Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 193,64 miliar atau meningkat 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Industri pengolahan menjadi penopang utama dengan kontribusi 82,40% terhadap total ekspor.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut, capaian tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia bertransformasi menjadi eksportir produk manufaktur.

“Untuk terus mendukung kinerja positif ini, Kemendag terus menjalankan tiga program prioritas yang juga telah menghasilkan berbagai capaian positif,” kata Budi Santoso, dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Budi Santoso menyebut capaian tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia bertransformasi menjadi eksportir produk manufaktur.

Kemendag mendorong peningkatan penggunaan produk lokal di pasar domestik, memperluas akses pasar ekspor melalui perjanjian perdagangan internasional, serta memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar global. 

 

Tiga Program Kemendag Dorong Kinerja Ekspor

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan, pada Senin (2/2/2026), dengan capaian tersebut Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Tampak foto udara menunjukkan aktivitas bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal, pada Rabu 4 Februari 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Dalam Dua Tahun Prabowo Gibran, Kementerian Perdagangan menjalankan tiga program prioritas untuk memperkuat perdagangan nasional, yakni Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global.

Melalui program Perluasan Pasar Ekspor, Indonesia mencatat potensi transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 sebesar US$ 22,94 miliar pada 14–18 Oktober 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang mencapai US$ 22,8 miliar. Transaksi UMKM dalam ajang tersebut juga naik menjadi US$ 510,79 juta dari US$ 474,7 juta pada tahun lalu.

Kemendag juga terus memperluas akses pasar melalui perjanjian perdagangan internasional. Sebanyak 25 perjanjian telah berlaku, sementara 13 lainnya masih dalam proses perundingan.

Di sisi lain, program Dari Lokal untuk Global telah memfasilitasi 797 penjajakan bisnis UMKM dengan potensi transaksi US$ 361,55 juta sepanjang Januari–September 2026. Kemendag juga membina 787 desa melalui program Desa BISA Ekspor untuk memperluas keterlibatan pelaku usaha daerah dalam perdagangan global.

Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing produk Indonesia dan memperluas peluang ekspor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya