Cara Unik Danilla Riyadi Ajak Penggemar Nikmati Album

Konsep tersebut bermula dari tagline sahabat yang membuat Danilla Riyadi melihat aroma sebagai medium untuk mengekspresikan seni.

oleh Matias PurwantoDiterbitkan 24 Oktober 2026, 06:46 WIB
Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Liputan6.com, Jakarta - Danilla Riyadi memperluas medium berkaryanya ke dunia wewangian lewat 'Danilla as Usual Candramawa Episode 01'. Kolaborasi bersama Usual Parfums ini menerjemahkan album Candramawa menjadi parfum, sehingga penggemar bisa menyelami karyanya lewat indra penciuman.

Proyek tersebut diresmikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026). Danilla mengaku ini pertama kalinya albumnya diubah menjadi aroma. Ide itu berawal dari tagline seorang sahabat yang membuat Danilla melihat aroma sebagai medium ekspresi seni.

"Aku punya sahabat yang punya tagline hidup, cantik atau jelek itu subjektif, tapi bau itu mutlak. Akhirnya aku ketemu dan ini pertama kali albumku diretas jadi aroma," ungkap Danilla.

Kolaborasi ini dirancang sejak pertemuan pertama Danilla dengan Aldhy, pendiri Usual Parfums, pada Oktober 2025. Keduanya dipertemukan seorang kawan karena memiliki pandangan serupa dalam berkarya. Mereka lalu sepakat menjadikan album yang baru dirilis itu sebagai inspirasi parfum


Ilmu Baru Tentang Wewangian

Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Aldhy membuka proses kreatif dengan menggali perjalanan hidup Danilla serta pengalamannya dengan aroma. Dari obrolan itu, Danilla pun mendapat ilmu baru tentang molekul wewangian.

"Kami dipertemukan seorang kawan karena punya ideologi yang sama dalam berkarya. Saat bertemu Mas Aldi, kami sepakat membuat parfum dari albumku yang baru dirilis. Dia bertanya tentang perjalanan hidup dan pengalaman aromaku. Dari situ, aku pertama kali mendapat ilmu tentang molekul dari Mas Aldi," kenang Danilla.


Dengarkan Album Utuh Sebelum Meracik

Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Sebelum meracik, Danilla meminta Aldhy mendengarkan album yang terdiri dari delapan lagu berdurasi sekitar 30 menit itu secara utuh. Menurutnya, durasi singkat tersebut sengaja dibuat agar pendengar benar-benar meluangkan waktu.

"Album ini cuma delapan lagu dengan durasi 30 menit karena aku ingin orang benar-benar meluangkan waktu untuk mendengarkan. Hearing belum tentu listening. Kalau mendengarkan album, biasanya aku mematikan lampu dan menyiapkan minuman yang aku inginkan. Aku meminta Mas Aldi melakukan hal yang sama agar benar-benar masuk ke dunia saya," tutur Danilla.


Naik Turun Emosi Setiap Lagu

Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Aldhy menjalankan instruksi itu berulang kali. Ia menangkap naik turunnya emosi di setiap lagu, yang kemudian menuntunnya menentukan karakter aroma.

"Ketika selesai saya nangkep energinya aja. Jadi saya diajak naik turun emosinya di album ini," tutur Aldhy.


Konser Multisensori

Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Lewat proyek ini, Danilla berencana menggelar pertunjukan yang memadukan musik dan aroma. Ia akan memainkan lagu-lagunya secara langsung sambil mengajak penonton mencium parfum yang merepresentasikan album.

"Ini pertama kali. Biasanya kalau manggung cuma dua atau tiga lagu. Aku ingin mengajak mereka masuk ke dunia gue, memainkan lagu sambil mereka mencium aromanya," kata Danilla.


Harapan Danilla

Danilla Riyadi © KapanLagi.com/Mathias Purwanto

Danilla berharap parfum ini memunculkan interpretasi berbeda bagi setiap pemakainya. "Justru perbedaan ekspektasi itu yang aku harapkan," pungkas Danilla Riyadi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya