Liputan6.com, Jakarta - Chelsea kembali meraih keuntungan dengan mengubah posisi pemain sayap menjadi bek sayap atau wing-back. Kali ini, Pedro Neto menjadi sosok yang bersinar berkat perubahan peran tersebut.
Situasi ini mengingatkan pada Victor Moses yang membantu Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris pada 2017. Di bawah Antonio Conte, Moses sukses beradaptasi sebagai wing-back dan menjadi bagian dari tim yang mencatatkan 13 kemenangan beruntun.
Advertisement
Neto juga mulai membuktikan efektivitas peran barunya dengan mencetak dua gol saat Chelsea mengalahkan Everton 2-0 di Hill Dickinson Stadium pada Sabtu lalu. Performa tersebut memperkuat posisinya dalam skema permainan racikan Xabi Alonso.
Padahal, masa depan Neto sempat tidak pasti pada musim panas lalu. Kini, setelah menunjukkan performa impresif, pemain Portugal itu telah menandatangani kontrak baru hingga 2032.
Pedro Neto Mengikuti Jejak Victor Moses
Chelsea sempat membuka kemungkinan menjual Neto pada musim panas dengan memasang harga sekitar 100 juta pound sterling. Pemain berusia 26 tahun itu juga dikabarkan frustrasi setelah Enzo Maresca, sosok yang dekat dengannya, meninggalkan klub.
Situasi Chelsea semakin sulit setelah Liam Rosenior hanya bertahan kurang dari empat bulan sebagai pengganti Maresca. The Blues pun mengakhiri musim lalu di peringkat ke-10.
Kedatangan Xabi Alonso membawa arah baru bagi Chelsea yang memadukan pengalaman dan talenta muda. Neto akhirnya mendapatkan peran penting, lalu menandatangani kontrak hingga 2032 pada bulan lalu.
Seperti Moses satu dekade silam, Neto membuktikan bahwa pemain sayap bisa memberikan kontribusi besar sebagai wing-back. Perubahan posisi tersebut memberinya kesempatan untuk memaksimalkan kemampuan menyerang sekaligus memenuhi kebutuhan taktik tim.
Produktivitas Neto Meningkat di Bawah Xabi Alonso
Neto bergabung dengan Chelsea dari Wolverhampton Wanderers pada 2024 dengan biaya 54 juta pound sterling. Bersama Wolves, ia mencatatkan 14 gol dan 27 assist dalam 135 penampilan.
Sebelum kedatangan Alonso, kontribusi Neto di Chelsea mencapai 19 gol dan 19 assist dalam 103 penampilan. Namun, performanya meningkat pada musim ini dengan torehan empat gol dan satu assist dalam sembilan pertandingan, termasuk tiga penampilan sebagai pemain pengganti.
Produktivitas tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan pencapaian sebelumnya. Neto juga semakin berbahaya di area lawan meski kini beroperasi sebagai wing-back.
Ia mencatat rata-rata 5,3 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit, naik dari 3,6 sentuhan pada musim lalu. Statistik tersebut menunjukkan bahwa Chelsea kini mendapatkan keuntungan dari fleksibilitas posisi sekaligus ancaman ofensif Neto.
Sumber: BBC Sport