Kilang Balikpapan Siap Pasok 25% BBM, Bahlil Minta Percepatan

Proyek Kilang Pertamina Balikpapan siap penuhi 25 persen kebutuhan BBM nasional. Bahlil dorong penuntasan aspek final.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 23 Oktober 2026, 18:46 WIB
Ilustrasi pegawai Kilang Pertamina Internasional.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, meminta PT Pertamina (Persero) menyelesaikan aspek final pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bahlil mengatakan, proyek RDMP Kilang Pertamina Balikpapan sejatinya sudah lebih dahulu diresmikan. Saat ini, proyek tersebut telah memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 99 persen.

"Saya kemarin dari sana. Memang sebenarnya sudah diresmikan, tapi ada beberapa produk yang belum maksimal karena terjadi trouble," kata Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Bahlil menyambangi langsung Kilang Balikpapan bersama Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto serta Direktur Jenderal Migas Laode Sulaeman. Ia meminta kendala yang dihadapi pada proses final RDMP Balikpapan bisa segera ditangani agar kilang dapat beroperasi secara maksimal.

"Jadi saya minta dilakukan percepatan terhadap hal-hal yang masih trouble untuk diperbaiki," tegasnya.

 

Pengembangan Capai 99 Persen

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) akan memproduksi produk petrokimia, melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Photo dok. PT Kilang Pertamina Internasional.

Bahlil memastikan proyek RDMP Kilang Pertamina Balikpapan sudah mendekati rampung sepenuhnya. Kilang ini diproyeksikan bakal berkontribusi hingga 25 persen terhadap produksi bahan bakar minyak (BBM) nasional.

Ia menyampaikan bahwa aspek-aspek utama proyek sudah selesai dan hanya menyisakan beberapa detail kecil yang perlu disempurnakan.

"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99 persen. Sebenarnya sudah selesai, cuma tinggal perintilan-perintilannya saja. Biasa lah barang baru, ada penyesuaian sedikit," kata Bahlil saat meninjau Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (23/10/2026).

 

Sumbang 25 Persen BBM Nasional

Proyek RDMP Kilang Pertamina Balikpapan Jadi Kilang Modern Ramah Lingkungan/Istimewa.

Proyek Strategis Nasional (PSN) ini menelan nilai investasi sebesar US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 126 triliun, menjadikannya salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi. Pengembangan ini diharapkan memberikan dampak signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan BBM dalam negeri.

Setelah beroperasi penuh, kilang ini ditargetkan mampu memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan demikian, pasokan energi bagi masyarakat semakin kuat sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Bahlil juga memastikan ketahanan pasokan BBM nasional saat ini dalam kondisi aman. "Stok nasional kita rata-rata 16–18 hari untuk Pertalite. Sementara untuk Solar, karena kita sudah tidak lagi melakukan impor, tidak ada masalah sama sekali," jelasnya.

 

Solusi Kendala Distribusi di Kalimantan Barat

Di samping pembahasan kilang, Bahlil mengungkapkan adanya kendala distribusi BBM di wilayah Kalimantan Barat. Namun, penyesuaian pola distribusi telah dilakukan agar pasokan BBM ke masyarakat tetap terjaga.

Menurut Bahlil, gangguan distribusi tersebut dipicu oleh pendangkalan Sungai Kapuas akibat fenomena El Nino, sehingga kapal angkut BBM tidak dapat melintas secara optimal. Sebagai solusinya, jalur distribusi dialihkan melalui darat.

"Memang ada masalah pendangkalan di Sungai Kapuas akibat El Nino, sehingga distribusi sedikit terganggu," tutur Bahlil.

"Namun, caranya sudah kita ubah. Pertamina menjadikan kapal sebagai tempat penampungan sementara, lalu penyalurannya dilanjutkan menggunakan truk tangki melalui jalur darat," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya