Buron Kasus Pencurian Minyak Pertamina EP Jambi Ditangkap

Tim gabungan Pertamina EP dan Kepolisian meringkus DPO kasus pencurian minyak jalur pipa Jambi di Prabumulih.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 23 Oktober 2026, 18:15 WIB
Security Pertamina EP Jambi Zona 1 berkolaborasi dengan Security Field Prabumulih Zona 4 dan aparat penegak hukum dalam pengungkapan kasus illegal tapping di wilayah kerja Pertamina EP Jambi. (foto : ilustrasi)

Liputan6.com, Jakarta - Tim pengamanan PT Pertamina Hulu Rokan bersama aparat penegak hukum membuahkan hasil manis. Seorang buronan atau Daftar Pencarian Orang kasus pencurian minyak melalui penyadapan ilegal pada jalur pipa Pertamina EP Jambi akhirnya diringkus.

Terduga pelaku berinisial SH ditangkap di sebuah rumah kontrakan kawasan Jalan Nias, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Penangkapan berlangsung pada Selasa malam pertengahan Oktober 2026.

SH merupakan buronan kasus illegal tapping pipa minyak Pertamina EP Jambi di Jalan Surya Darma KM 9, Kelurahan Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi. Keberhasilan penangkapan ini berkat koordinasi cepat antara tim pengamanan Pertamina EP Jambi Field Zona 1 dan Pertamina EP Prabumulih Field Zona 4 bersama jajaran kepolisian Jambi serta Sumatera Selatan.

Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, memberikan apresiasi atas kesiapan dan kerja sama lintas wilayah tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sangat krusial demi menjaga keamanan fasilitas hulu minyak dan gas bumi yang menjadi benteng ketahanan energi nasional.

"Keberhasilan ini merupakan wujud nyata sinergi pengamanan lintas wilayah operasi Pertamina bersama aparat penegak hukum. Kami mengapresiasi koordinasi yang solid antara tim Security Zona 1 dan Zona 4 serta dukungan aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti kasus pencurian minyak yang berpotensi mengganggu keamanan dan keberlangsungan operasi hulu migas,” ujar Kurniawan dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

 

Rekam Jejak Intelijen

Pengungkapan kasus ini bermula dari rekam jejak intelijen tim pengamanan yang mengendus pergerakan jaringan pelaku illegal tapping. Pelaku terdeteksi sempat beraktivitas di wilayah operasi Adera dan Jambi, serta disinyalir berencana mengincar jalur pipa migas di lokasi lain.

Mendapat informasi tersebut, tim Security PHR Zona 1 dan Zona 4 langsung menggelar koordinasi intensif serta penelusuran lapangan bersama polisi.

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Kotabaru Jambi untuk memastikan status DPO terduga pelaku. Setelah dipastikan resmi berstatus buron, tim berkoordinasi dengan Polres Prabumulih hingga posisi pelaku teridentifikasi dan langsung diamankan di tempat persembunyiannya.

Kurniawan menegaskan, pengamanan fasilitas hulu migas merupakan komitmen utama perusahaan dalam melindungi aset negara, menjaga keselamatan warga, serta menjamin kelancaran produksi energi.

“Pencurian minyak melalui penyadapan ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat dan lingkungan. Kerusakan pada jalur pipa dapat menimbulkan kebocoran, tumpahan minyak, hingga gangguan produksi. Karena itu, Pertamina berkomitmen memperkuat pengamanan dan koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah serta menindaklanjuti setiap indikasi gangguan terhadap fasilitas operasi,” tegas Kurniawan.

 

Memperkuat Jejaring Kerja Sama

Selain memperketat sistem keamanan internal, Pertamina juga merangkul warga sekitar area operasional untuk saling menjaga sarana publik yang vital ini.

Kurniawan mengimbau warga agar tidak ragu melapor jika menemukan gerak-gerik mencurigakan di sekitar area perpipaan demi menghindari potensi bahaya ledakan maupun pencemaran lingkungan.

“Kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan fasilitas migas sebagai aset strategis negara. Keamanan infrastruktur energi merupakan tanggung jawab bersama agar kegiatan operasi dapat terus berjalan dengan selamat dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan energi nasional,” tambahnya.

Sebagai bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1, Pertamina EP Jambi terus membenahi sistem pengamanan dan memperkuat jejaring kerja sama dengan jajaran kepolisian. Langkah preventif dan penindakan tegas ini diharapkan mampu menekan angka kriminalitas illegal tapping serta memastikan pasokan migas nasional tetap stabil dan aman.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya