Kapuas Mengering, Bahlil Ubah Strategi Distribusi BBM

Menko Bahlil dan Pertamina siapkan strategi alih jalur distribusi BBM via darat imbas surutnya Sungai Kapuas akibat El Nino di Kalimantan Barat.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 23 Oktober 2026, 10:30 WIB
Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan wilayah sekitarnya.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan adanya kendala distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat (Kalbar). Untuk mengatasi masalah ini, pola penyaluran BBM dialihkan demi memastikan pasokan ke masyarakat tetap terjaga.

Bahlil menjelaskan, gangguan distribusi disebabkan oleh mengeringnya Sungai Kapuas akibat fenomena El Nino. Dangkalnya alur sungai membuat kapal tanker pengangkut BBM tidak dapat melintas sehingga pengiriman harus dialihkan melalui jalur darat.

"Memang tadi ada problem di Kalimantan Barat, di Sungai Kapuas. Itu karena El Nino kemudian terjadi pendangkalan. Karena pendangkalan tersebut, distribusi kita sedikit mengalami gangguan," ujar Bahlil di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (23/10/2026).

"Tetapi kita sudah mengubah caranya. Tadi saya tanya Pertamina, mereka menjadikan kapal sebagai penampungan, setelah itu baru didistribusikan menggunakan mobil tangki lewat jalur darat," tambahnya.

Sebagai informasi, terhambatnya pasokan BBM sempat memicu antrean panjang masyarakat di sejumlah wilayah Kalbar, salah satunya di Kabupaten Kayong Utara.

Stok BBM

Meski demikian, Bahlil memastikan stok BBM secara nasional maupun untuk wilayah Kalimantan dalam kondisi aman.

"Stok nasional kita rata-rata 16–18 hari untuk Pertalite. Kalau solar tidak ada isu sama sekali karena kita sudah tidak lagi impor," jelasnya.

"Untuk RON 92, 95, dan 98 rata-rata di atas 20 hari, sesuai standar minimum nasional. Stok di Kalimantan juga tidak jauh beda dengan kondisi nasional," sambung Bahlil.

 

Pertamina Cari Alternatif Pasokan

Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dan wilayah sekitarnya.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran pasokan BBM ke Kabupaten Sintang dan sekitarnya. Penyusutan muka air Sungai Kapuas sebelumnya sempat menyulitkan akses kapal menuju Fuel Terminal Sintang.

Guna menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan fasilitas penyangga (buffer) di Tayan, Kabupaten Sanggau, sebagai titik suplai alternatif.

 

Optimalisasi Fasilitas Tayan

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa pengoperasian fasilitas Tayan merupakan bagian dari rencana kontingensi (contingency plan) Pertamina ketika alur logistik utama terganggu.

"Kondisi Sungai Kapuas yang surut berdampak pada akses distribusi BBM jalur sungai. Untuk mengantisipasinya, Pertamina menyiapkan alternatif distribusi melalui fasilitas penyangga di Tayan agar penyaluran ke Sintang dan sekitarnya tetap berjalan," kata Kitty.

Melalui fasilitas di Tayan, proses pengisian BBM dilakukan secara langsung (direct loading) dari kapal ke mobil tangki untuk kemudian diantar ke SPBU. Skema ini memberikan fleksibilitas dalam mendekatkan titik suplai ke wilayah yang membutuhkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya