Liputan6.com, Jakarta - Manchester United dikabarkan mulai membuka peluang untuk merekrut Antonio Conte sebagai pelatih baru di tengah meningkatnya tekanan terhadap Michael Carrick. Situasi ini mencuat setelah Setan Merah menelan kekalahan telak 1-4 dari Como pada laga Rabu (21/10/2026).
Menurut laporan Tribal Football yang mengutip media Italia La Repubblica, Manchester United tengah mencari jalan keluar dari krisis performa yang dialami tim pada awal musim 2026/2027. Nama Conte pun disebut masuk dalam pembahasan sebagai salah satu kandidat pengganti Carrick.
Advertisement
Kekalahan dari Como semakin memperburuk situasi Manchester United. Klub yang baru kembali tampil di Liga Champions itu dikabarkan hanya mampu meraih dua kemenangan dalam 11 pertandingan pertama musim ini di semua kompetisi.
Hasil tersebut membuat posisi Carrick semakin menjadi sorotan. Pelatih berusia 45 tahun itu sebelumnya berhasil membawa Manchester United kembali ke Liga Champions, tetapi performa tim pada musim ini belum sesuai dengan harapan.
Laporan La Repubblica menyebut pembicaraan terkait Conte masih berlanjut hingga Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat. Meski demikian, belum ada pengumuman resmi dari Manchester United mengenai pergantian pelatih maupun penunjukan sosok baru.
Antonio Conte Terbuka Kembali ke Premier League
Antonio Conte saat ini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Napoli pada akhir musim lalu. Pelatih asal Italia berusia 57 tahun tersebut dikabarkan terbuka untuk menerima tantangan menangani Manchester United.
Jika benar terjadi, kepindahan itu akan menjadi kesempatan bagi Conte untuk kembali berkiprah di Premier League. Ia memiliki pengalaman menangani Chelsea dan Tottenham Hotspur, dua klub yang pernah merasakan pendekatan kepelatihannya.
Bersama Chelsea, Conte sukses mempersembahkan gelar Premier League musim 2016/2017. Ia juga membawa The Blues menjuarai Piala FA pada musim berikutnya.
Conte dikenal sebagai pelatih dengan tuntutan tinggi terhadap pemain, kedisiplinan taktik, dan ambisi untuk bersaing memperebutkan trofi. Pengalamannya menangani klub-klub besar Eropa membuat namanya menarik untuk dikaitkan dengan Manchester United yang tengah berupaya memperbaiki performa.
Namun, keputusan Conte untuk menerima pekerjaan di tengah musim akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Ia sebelumnya dikenal berhati-hati dalam menentukan waktu untuk mengambil alih sebuah tim.