Liputan6.com, Jakarta - Bagi anak penyandang disabilitas netra, smartphone dapat menjadi sarana untuk mengakses informasi dan materi pembelajaran secara lebih mandiri. Dukungan teknologi yang dilengkapi fitur aksesibilitas diharapkan dapat membantu mereka mengikuti kegiatan belajar sesuai kebutuhan.
Sebanyak 10 siswa penyandang disabilitas netra di SLB Negeri 1 dan SLB Negeri 2 Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menerima bantuan smartphone yang dilengkapi aplikasi pendukung aksesibilitas pada Jumat (9/10/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara yang dijalankan Pertamina Foundation untuk mendukung akses pembelajaran digital bagi siswa penyandang disabilitas netra.
Advertisement
“Kami ingin memastikan bahwa kesempatan untuk belajar dan berkembang terbuka bagi setiap anak. Bagi anak-anak penyandang disabilitas netra, akses terhadap teknologi yang sesuai kebutuhan dapat membantu membuka lebih banyak pintu menuju pengetahuan dan kemandirian. Melalui Digital Netra Setara, Pertamina berupaya menghadirkan dukungan yang tidak berhenti pada pemberian perangkat, tetapi juga mencakup pendampingan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam proses belajar sehari-hari,” ujar President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, Kamis (22/10/2026).
Pada Sabtu (10/10/2026), dua penerima manfaat, Rendi dan Nindi, turut hadir dalam seremoni penyerahan bantuan dari Pertamina yang berlangsung dalam rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International CircuitKegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan program yang menghubungkan dukungan akses teknologi dengan upaya memperluas kesempatan belajar bagi anak penyandang disabilitas netra. Selain penyediaan perangkat, pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna menjadi aspek penting untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan dan kemandirian dalam proses belajar.
Bagi Izron Harsan Sahilin, penerima manfaat dari SLBN 2 Lombok Tengah dukungan teknologi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aksesibel. Proses penyerahan bantuan juga disertai edukasi penggunaan smartphone dan aplikasi pendukung agar perangkat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui fitur pembaca layar TalkBack dan teknologi text-to-speech berbahasa Indonesia, smartphone yang diberikan dirancang untuk membantu siswa mengakses informasi digital melalui suara. Teknologi ini dapat mendukung aktivitas belajar, mulai dari membaca materi digital hingga menjelajahi aplikasi penunjang pendidikan.
Pelatihan
Pendekatan program ini memang tidak berhenti pada penyerahan perangkat. Para siswa juga memperoleh dukungan pelatihan, sementara guru dan mentor pendamping dibekali pemahaman mengenai penggunaan teknologi pendukung pembelajaran bagi siswa penyandang disabilitas netra.
Materi pelatihan mencakup navigasi dasar menggunakan TalkBack, komunikasi dan pengetikan, pemanfaatan aplikasi pendidikan dan Learning Management System (LMS), hingga keamanan digital. Pendampingan direncanakan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan untuk membantu siswa membangun keterampilan digital secara bertahap.
Dengan pendekatan tersebut, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan: bukan hanya membuat perangkat tersedia, tetapi juga membantu siswa memahami cara menggunakannya untuk belajar dan beraktivitas secara lebih mandiri.
Di balik setiap perangkat yang disalurkan, terdapat pengalaman dan harapan seorang anak yang ingin terus belajar. Karena itu, keberhasilan program tidak cukup dilihat dari jumlah bantuan yang diberikan, tetapi juga dari bagaimana teknologi tersebut membantu penerima manfaat menjalani proses belajar.
Izron Harsan Sahilin menjadi salah satu wajah dari upaya tersebut. Kehadirannya dalam dokumentasi program memperlihatkan bahwa dukungan teknologi perlu berjalan bersama edukasi penggunaan perangkat, sehingga siswa tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memperoleh bekal untuk memanfaatkannya.
“Semoga smartphone ini bisa membantu saya belajar, membaca materi pelajaran, dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan. Saya ingin terus belajar dan meraih cita-cita saya,” ujar Izron.
Secara nasional, Beasiswa Sobat Istimewa: Digital Netra Setara menjangkau 30 penerima manfaat di empat wilayah, yaitu Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Di Lombok Tengah, bantuan diberikan kepada enam siswa SLBN 1 Lombok Tengah dan empat siswa SLBN 2 Lombok Tengah.