Sempat Dibuang ke Panti Asuhan, Anak Miskin Ini Bangkit Cetak Harta Rp 56 Triliun

Dari anak panti asuhan dan jualan koran di jalanan, John Paul DeJoria buktikan modal nekat bisa mengubah hidupnya jadi konglomerat.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 23 Oktober 2026, 07:00 WIB
Pendiri John Paul Mitchell System, John Paul DeJoria tidak menggunakan komputer

Liputan6.com, Jakarta - Bayangkan terbangun di dalam mobil bekas yang dingin, tanpa uang di kantong, dan tak tahu harus makan apa esok hari. Kondisi kelam itulah yang pernah dialami John Paul DeJoria. Namun, siapa sangka pria yang dulu tidur beratap langit Los Angeles itu kini menjelma menjadi konglomerat dunia dengan kekayaan bersih menembus US$ 3,1 miliar atau sekitar Rp 56 triliun (kurs Rp 18.082 per US$).

Perjalanan hidupnya adalah bukti nyata bahwa keteguhan mental dan keberanian bertindak sanggup mengubah takdir secara drastis.

Dikutip dari Forbes, Jumat (23/10/2026), masa kecil DeJoria memang jauh dari kata beruntung. Dibesarkan oleh seorang ibu tunggal yang serba kekurangan di Los Angeles, ia dan saudara laki-lakinya bahkan sempat dititipkan ke panti asuhan karena sang ibu tak lagi sanggup menanggung biaya hidup. Demi menyambung napas keluarga, DeJoria sudah membanting tulang sejak usia 10 tahun dengan berjualan koran hingga ensiklopedia dari pintu ke pintu.

Dilansir dari Entrepreneur, pengalaman menjajakan barang di jalanan menjadi kawah candradimuka yang menempa mentalitas bertarungnya. Pintu yang dibanting tepat di depan wajahnya serta penolakan bertubi-tubi tak membuat DeJoria murung. Ia justru memandang penolakan bukan sebagai akhir cerita, melainkan tangga wajib yang harus dipijak menuju keberhasilan.

Masa-masa sulit kembali menerjang saat ia dewasa. Setelah berkali-kali dipecat dari pekerjaan hingga terpaksa tinggal di dalam mobil bekas, DeJoria tak lantas kehilangan arah.

Titik Balik Kehidupan

John Paul DeJoria pernah menjadi seorang tunawisna. (AP)

 

Titik balik dalam hidupnya tercipta pada tahun 1980 saat ia berani mengambil keputusan nekat, membangun bisnis perawatan rambut. Hanya bermodalkan pinjaman atau utang senilai US$ 700, DeJoria bersama rekannya, Paul Mitchell, mendirikan John Paul Mitchell Systems.

Dikutip dari Austin Monthly, perjuangan awal bisnis ini dipenuhi guncangan finansial. Tanpa modal untuk pasang iklan, DeJoria bergerilya mendatangi salon demi salon secara mandiri untuk memperagakan dan menjual produk samponya. Berkat keyakinan penuh pada kualitas produk serta komitmen memberikan kepuasan bagi pelanggan, pesanan berulang pun mulai mengalir deras.

Tangguh Menghadapi Penolakan dan Filosofi Kepemimpinan

Tak puas berbisnis perawatan rambut, DeJoria terus mengepakkan sayap bisnisnya. Pada tahun 1989, ia mendirikan produsen tequila premium, Patrón Spirits. Bisnis ini sukses besar hingga akhirnya diakuisisi oleh raksasa minuman Bacardi dengan nilai fantastis. Keberhasilan beruntun ini semakin menegaskan ketajaman insting bisnisnya.

Filosofi hidup DeJoria yang berfokus pada ketahanan mental tercermin kuat dalam gaya kepemimpinannya. Ia memegang teguh prinsip bahwa wirausahawan sejati harus siap menerima ratusan penolakan tanpa kehilangan sedikit pun semangat juangnya. Selain itu, ia selalu menekankan pentingnya berbagi keberhasilan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Perpaduan antara keberanian memulai dari nol, daya tahan menghadapi badai penolakan, serta konsistensi menjaga mutu produk menjadikan John Paul DeJoria sebagai inspirasi kewirausahaan dunia. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kemiskinan dan keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi besar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya