DMAS Siapkan Rp 1,39 Triliun Buat Dividen Interim 2026

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membayar dividen interim 2026 pada 13 November 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 22 Oktober 2026, 20:35 WIB
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) akan membagikan dividen interim 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mengumumkan pembagian dividen interim 2026 sebesar Rp 1,39 triliun. Seiring pembagian dividen itu, pemegang saham akan mendapatkan Rp 29 per saham.

Pembagian dividen Perseroan telah disetujui direksi Perseroan dan dewan komisaris pada 19 Oktober 2026. Perseroan memakai data keuangan per 30 September 2026 untuk membagikan dividen interim 2026 antara lain laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 1,49 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya Rp 2,08 triliun dan total ekuitas sebesar Rp 5,85 triliun.

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2026:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 28 Oktober 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan negosiasi pada 29 Oktober 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 30 Oktober 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 2 November 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 30 Oktober 2026, waktu: 16.00.
  • Tanggal pembayaran dividen pada 13 November 2026

Berdasarkan data RTI, harga saham DMAS naik 4,81% menjadi Rp 218 per saham. Harga saham DMAS dibuka turun empat poin menjadi Rp 204 per saham. Saham DMAS berada di level tertinggi Rp 220 dan terendah Rp 202 per saham. Total frekuensi perdagangan asham 31.438 kali dengan volume perdagangan saham 7.654.571 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 164,3 miliar.

Mengutip data Google, harga saham DMAS selama lima hari terakhir meningkat signifikan. Dalam lima hari ini, saham DMAS melambung 36,25%.

DMAS Kantongi Prapenjualan Rp 1,15 Triliun hingga Semester I 2026

PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) umumkan prapenjualan pada 2022. (Foto: PT Puradelta Lestari Tbk)

Sebelumnya, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang dan pengelola kawasan terpadu modern berbasis industri Kota Deltamas mencapai prapenjualan Rp 1,15 triliun hingga semester I 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (5/9/2026), Direktur dan Sekretaris Perusahaan Puradelta Lestari, Tondy Suwanto menuturkan, prapenjualan perseroan pada semester I 2026 telah mencapai 55% dari target tahun ini. “Capaian prapenjualan pada periode ini didominasi oleh sektor industri khususnya sektor data center,” ujar dia.

Permintaan lahan industri sebesar 85 hektar, 75% berasal dari sektor data center. Hal itu didukung oleh fasilitas dan infrastruktur yang komprehensif, seperti pasokan listrik dengan layanan premium, instalasi serat optik dengan tingkat redudansi yang handal, looping sistem pada ketersediaan air bersih maupun air daur ulang, serta pusat komando data dan keamanan.

"Seiring tingginya permintaan akan lahan industri, Perseroan akan terus berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas dan memberikan layanan terbaik untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai sebuah kawasan terpadu modern ramah lingkungan dan sebagai pusat aktivitas regional di timur Jakarta,” kata dia.

Mengutip data RTI, berdasarkan penutupan perdagangan saham Jumat, 4 September 2026, harga saham DMAS melemah 2,97% menjadi Rp 196 per saham. Harga saham DMAS dibuka naik dua poin menjadi Rp 204 per saham. Saham DMAS berada di level tertinggi Rp 204 dan terendah Rp 195 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 13.354 kali dengan volume perdagangan saham 2.291.686 saham. Nilai transaksi harian Rp 45,4 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya