Liputan6.com, Jakarta - Indonesia masuk tujuh besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia berdasarkan paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) pada 2026. Dengan ukuran ini, Indonesia berada di atas sejumlah negara maju, seperti Inggris, Prancis, dan Kanada.
Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026, produk domestik bruto (PDB) Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai US$ 5,48 triliun atau sekitar Rp 98,69 kuadriliun (kurs Rp 18.000 per US$). Nilai tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh dunia, di bawah Jerman dan di atas Brasil.
Advertisement
Mengutip Visual Capitalist, Kamis (22/10/2026), PPP merupakan metode untuk membandingkan ukuran ekonomi antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan tingkat harga barang dan jasa. Dengan pendekatan ini, perbandingan ekonomi tidak hanya bergantung pada nilai tukar mata uang, tetapi juga pada daya beli di masing-masing negara.
Indonesia Naik 10 Peringkat
Posisi Indonesia terlihat berbeda jika dibandingkan dengan peringkat berdasarkan PDB nominal. Dalam pengukuran tersebut, Indonesia berada di urutan ke-17 dengan nilai ekonomi sekitar US$ 1,48 triliun. Namun, setelah disesuaikan dengan PPP, Indonesia naik 10 peringkat menjadi posisi ketujuh.
Peringkat Indonesia berdasarkan PPP juga berada di atas Inggris yang menempati posisi kesembilan dengan nilai ekonomi US$ 4,78 triliun, Prancis di posisi kesepuluh sebesar US$ 4,76 triliun, serta Kanada di peringkat ke-16 dengan US$ 2,92 triliun.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa posisi ekonomi suatu negara dapat berubah cukup jauh bergantung pada metode pengukuran yang digunakan. PDB nominal menghitung nilai produksi berdasarkan harga dan nilai tukar pasar, sedangkan PPP memperhitungkan perbedaan tingkat harga antarnegara.
China Terbesar, India Naik ke Posisi Ketiga
China menempati posisi pertama dengan PDB berdasarkan PPP sebesar US$ 44,55 triliun. Nilai tersebut sekitar 37% lebih besar dibandingkan Amerika Serikat yang berada di peringkat kedua dengan US$ 32,64 triliun. China telah melampaui Amerika Serikat berdasarkan ukuran PPP sejak 2014.
Meski demikian, peringkat berdasarkan PDB nominal menunjukkan hasil berbeda. Amerika Serikat masih menjadi ekonomi terbesar dunia dengan PDB nominal sekitar US$ 32,64 triliun, sedangkan China berada di posisi kedua dengan sekitar US$ 21,55 triliun.
India juga mengalami perubahan peringkat yang signifikan. Negara tersebut berada di posisi ketiga berdasarkan PPP dengan nilai ekonomi sekitar US$ 19,19 triliun. Posisi ini lebih tinggi dibandingkan peringkat keenam berdasarkan PDB nominal.
Dengan ukuran PPP, ekonomi India hampir tiga kali lipat ekonomi Jerman yang mencapai US$ 6,55 triliun. India juga berada di atas Jepang dan Inggris dalam daftar tersebut.
Sementara itu, Rusia menempati peringkat keempat dengan PDB berdasarkan PPP sebesar US$ 7,54 triliun. Posisi ini menempatkannya di atas Jepang yang berada di urutan kelima dengan US$ 7,32 triliun dan Jerman di posisi keenam dengan US$ 6,55 triliun.
Di bawah Indonesia, Brasil berada di peringkat kedelapan dengan nilai ekonomi sekitar US$ 5,27 triliun.
Daftar 10 Ekonomi Terbesar Dunia Berdasarkan PPP pada 2026
Berikut 10 negara dengan PDB berdasarkan PPP terbesar pada 2026 berdasarkan proyeksi IMF yang dipublikasikan Visual Capitalist:
- China: US$ 44,55 triliun
- Amerika Serikat: US$ 32,64 triliun
- India: US$ 19,19 triliun
- Rusia: US$ 7,54 triliun
- Jepang: US$ 7,32 triliun
- Jerman: US$ 6,55 triliun
- Indonesia: US$ 5,48 triliun
- Brasil: US$ 5,27 triliun
- Inggris: US$ 4,78 triliun
- Prancis: US$ 4,76 triliun
Peringkat tersebut merupakan proyeksi untuk 2026, bukan angka tahunan final. Selain itu, besarnya PDB berdasarkan PPP tidak otomatis menunjukkan pendapatan atau tingkat kesejahteraan setiap penduduk. Ukuran ini digunakan untuk membandingkan total aktivitas ekonomi dengan memperhitungkan perbedaan daya beli antarnegara.