Liputan6.com, Jakarta - Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Nakertransgi) Provinsi DKI Jakarta kembali membuka ruang kesempatan kerja bagi warga ibu kota. Melalui ajang Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026, sebanyak 12 ribu lowongan pekerjaan disiapkan untuk menyerap para pencari kerja.
"Sebagai langkah konkret implementasi Jakarta Bekerja, kami menyelenggarakan kegiatan Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 yang menghadirkan 12 ribu lapangan kerja," kata Kepala Dinas Nakertransgi DKI Jakarta, Syaripudin dikutip Antara, Kamis (22/10/2026).
Advertisement
Guna mempermudah akses masyarakat, Pemprov DKI menerapkan skema hybrid. Pencari kerja dapat memanfaatkan bursa kerja daring (online) lewat situs Karir Jakarta (karir.jakarta.go.id) yang dibuka sejak 8 hingga 29 Oktober 2026.
Sementara itu, bursa kerja luring (offline) digelar selama dua hari pada 22–23 Oktober 2026 di Convention Hall SMESCO, Pancoran, Jakarta Selatan. Pameran tatap muka ini menghadirkan 65 perusahaan dengan peluang kerja dalam negeri, serta 10 perusahaan yang menawarkan kesempatan berkarier di luar negeri.
Syaripudin menjelaskan, Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 diselenggarakan untuk menyajikan informasi lowongan kerja dalam dan luar negeri, mengasah kualifikasi serta kompetensi pencari kerja agar siap bersaing, sekaligus memacu tenaga kerja muda menjadi talenta yang aktif dan mandiri.
Usung Peningkatan Kualitas dan Kemudahan Akses
Program ini mengusung fokus utama pada peningkatan kualitas dan kemudahan akses layanan ketenagakerjaan. Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat miskin, kelompok rentan, hingga penyandang disabilitas agar seluruh warga memperoleh kesempatan yang setara dalam mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup mereka.
Di sisi lain, ajang ini juga mempermudah perusahaan dalam menjaring calon pekerja yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan industri.
"Para pencari kerja, baik lulusan baru, penyandang disabilitas, maupun pencari kerja umum diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan, memperoleh informasi lowongan kerja, serta melakukan proses lamaran dan wawancara langsung," paparnya.
Syaripudin membeberkan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di DKI Jakarta sebenarnya menunjukkan tren positif, yakni turun dari 6,03 persen pada Februari 2026 menjadi 5,79 persen pada Mei 2026 (berkurang 0,24 persen poin).
Jumlah Pengangguran di Jakarta
Meski demikian, merujuk data BPS DKI Jakarta, jumlah penganggur di Jakarta masih berada di angka 323,66 ribu orang.Angka ini menegaskan perlunya langkah-langkah komprehensif dan berkesinambungan untuk terus menekan angka pengangguran.
Oleh karena itu, Pemprov DKI Jakarta konsisten memperkuat program 'Jakarta Bekerja'. Program ini menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan ketenagakerjaan dalam RPJMD 2025–2029 sekaligus komitmen nyata daerah dalam memperluas lapangan kerja.
Syaripudin menambahkan, selain bursa kerja, Pemprov DKI juga menggulirkan serangkaian program ketenagakerjaan lain seperti pelatihan kerja berbasis kompetensi, pembentukan tenaga kerja mandiri, hingga program magang bagi lulusan SMA/SMK.
"Berbagai program tersebut diharapkan dapat mendukung warga DKI Jakarta memperoleh pekerjaan yang layak baik di dalam maupun luar negeri, sehingga mampu mendorong penurunan angka pengangguran, peningkatan produktivitas daerah, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ucapnya.