Remaja Pria di Tegal Cabuli Anak Balita, Warga Emosi Kepung Pelaku

Remaja pria di Tegal melakukan tindakan asusila terhadap anak perempuan berusia 5 tahun, nyaris jadi bulan-bulanan warga yang marah.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 22 Oktober 2026, 11:49 WIB
Tampang pria pelaku pencabulan terhadap anak balita di Tegal. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Liputan6.com, Tegal - Amarah warga Desa Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, nyaris berujung aksi main hakim sendiri, Rabu (21/10/2026). Warga mengepung lokasi persembunyian seorang remaja laki-laki, yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap anak perempuan berusia 5 tahun. Polisi pun bergerak cepat mengevakuasi terduga pelaku, sebelum menjadi sasaran amukan massa malam itu.

Kerumunan warga terus bertambah, seiring menyebarnya kabar dugaan pencabulan tersebut di media sosial. Situasi sempat memanas, ketika warga berbondong-bondong mendatangi rumah salah satu perangkat desa tempat terduga pelaku diamankan.

"Setelah viral di media sosial, warga datang ke rumah pamong desa untuk tangkap pelaku," ujar seorang warga yang berada di lokasi.

Terduga pelaku diketahui merupakan tetangga korban. Warga lebih dahulu menangkapnya, sebelum situasi semakin tidak terkendali dan massa melampiaskan kemarahan.

Dari informasi yang dihimpun Liputan6.com, peristiwa pencabulan itu bermula saat korban bermain di rumah temannya. Terduga pelaku yang juga tinggal di rumah tersebut, diduga melakukan tindakan asusila terhadap korban.

Setelah pulang ke rumahnya, korban menangis histeris. Tangisan tersebut membuat orang tuanya curiga, dan berusaha mencari tahu apa yang terjadi.

Saat ditanya, korban mengaku mendapat perlakuan tidak senonoh dari tetangganya. Mendengar pengakuan tersebut, orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Dukuhwaru.

 

Picu Amarah Warga

Warga yang marah mengepung pelaku pencabulan anak di rumah perangkat desa. (Liputan6.com/ Arief Pramono)

Kabar pencabulan terhadap balita itu dengan cepat menyebar di tengah masyarakat hingga memicu kemarahan warga.

Jumlah warga yang mendatangi lokasi terduga pelaku ditangkap, terus bertambah hingga mencapai sekitar seribuan orang.

Situasi yang sempat memanas akhirnya berhasil dikendalikan, setelah aparat Polres Tegal tiba di lokasi. Polisi berupaya meredam emosi massa. Selain itu, mengamankan terduga pelaku agar tidak menjadi sasaran kekerasan.

Dengan pengamanan ketat, polisi mengevakuasi terduga pelaku dari kepungan warga. Ia kemudian dibawa menggunakan mobil polisi ke Mapolres Tegal untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Langkah cepat aparat berhasil mencegah aksi main hakim sendiri dan menghindari kemungkinan jatuhnya korban.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya