Liputan6.com, Jakarta - Nama Indonesia kembali hadir dalam forum kesehatan internasional melalui kiprah Prof. dr. Deby Susanti Pada Vinski. Tokoh di bidang stem cell, longevity, dan regenerative medicine ini mendapat kehormatan sebagai Guest of Honour dalam kongres internasional Profound Health Summit di Inggris. Kehadirannya menjadi sorotan karena bertepatan dengan penyelenggaraan World Consensus kelima yang untuk pertama kalinya berlangsung di London, setelah empat pertemuan sebelumnya digelar di Paris, Prancis.
Sebagai Presiden World Council of Stem Cells (WOCS) dan World Council of Preventive, Regenerative and Anti-Aging Medicine (WOCPM), Prof. Deby terus mendorong kolaborasi lintas negara untuk memperkuat pengembangan ilmu kedokteran regeneratif. Melalui forum internasional seperti World Consensus, ia ingin para ilmuwan, dokter, akademisi, dan pemangku kepentingan membangun kesepahaman mengenai keselamatan pasien, etika, kualitas pelayanan, serta penerapan inovasi medis berbasis bukti ilmiah.
Advertisement
Dari London, perjalanan Prof. Deby berlanjut ke Osaka, Jepang, untuk memimpin 2nd World Stem Cell & Tissue Engineering Summit 2026 pada Desember mendatang. Rangkaian agenda ini menjadi bagian dari upayanya memperluas jejaring ilmiah internasional sekaligus mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam perkembangan kesehatan global.
World Consensus Kelima di London Jadi Momen Bersejarah
Penyelenggaraan World Consensus kelima di London menjadi tonggak penting dalam perjalanan kolaborasi internasional di bidang kedokteran regeneratif. Setelah empat kali berlangsung di Paris, forum ini kembali mempertemukan berbagai pihak untuk membangun standar dan kesepahaman yang mendukung pelayanan kesehatan aman, berkualitas, beretika, serta berlandaskan bukti ilmiah.
Prof. Deby menilai pertemuan tersebut bukan sekadar agenda ilmiah rutin, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen bersama demi masa depan kesehatan manusia.
“Ini bukan sekadar pertemuan internasional biasa. Ini adalah momen bersejarah. Setelah empat pertemuan World Consensus di Paris, hari ini kami membawa World Consensus kelima ke London, Inggris. Bersama-sama, kita membangun masa depan yang lebih baik bagi pasien dan seluruh umat manusia,” ujar Prof. Deby Vinski.
Menurutnya, World Consensus memiliki misi lebih luas daripada pertukaran pengetahuan. Forum ini diharapkan membantu berbagai negara mengembangkan pemahaman bersama mengenai standar kedokteran regeneratif, termasuk keselamatan pasien, etika profesi, kualitas layanan, dan penggunaan inovasi medis secara bertanggung jawab.