KUR BRI Dukung PD Comring Sawargi Semakin Berkembang dan Serap Tenaga Kerja di Garut

KUR BRI bantu PD Comring Sawargi di Garut meningkatkan produksi camilan singkong dan membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.

oleh Zahra Nurfitri LailaDiterbitkan 22 Oktober 2026, 11:20 WIB
Ari berdiri di depan PD Comring Sawargi. (c)BRI

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Ari yang bekerja sebagai petani, kini singkong yang biasanya umum ditemukan di Kampung Bedeng Sawah, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, bukanlah komoditas lagi. Melalui PD Comring Sawargi, bahan pangan tersebut diolah kembali menjadi comring dan beragam makanan ringan lain sejak 2004.

Comring, keripik pisang, keripik ubi ungu, dan keripiki pangsit kedelai merupakan beberapa makanan ringan yang diproduksi dan dipasarkan oleh PD Comring Sawargi. Setelah diproses di pabrik, mereka kemudian mendistribusikan produk-produk ini melalui toko dan jaringan reseller.

“Usaha ini berangkat dari banyaknya singkong di daerah kami yang dapat diolah menjadi makanan ringan yang lebih bervariasi, salah satunya comring. Di sisi lain, ada warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan tambahan dengan waktu yang tidak terlalu menyita aktivitas sehari-hari,” ujar Ari.

KUR BRI Bantu Tingkatkan Produksi dan Serap Tenaga Kerja

Ari menggunakan KUR BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan PD Comring Sawargi. Dana tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan produksi, memperluas pasar, serta meningkatkan jumlah warga setempat yang terlibat dalam usaha tersebut.

Saat ini, sebanyak 12 warga terlibat dalam berbagai tahapan produksi. Waktu kerja yang fleksibel memungkinkan mereka memperoleh tambahan penghasilan tanpa mengesampingkan tanggung jawab di rumah.

“Usaha comring ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel sehingga tidak mengganggu tanggung jawab di rumah. Para pekerja terlibat mulai dari mengupas dan memarut singkong, mengolahnya menjadi comring, hingga mengemas produk untuk dijual,” ungkap Ari.

Menjaga ketersediaan bahan baku menjadi salah satu tantangan bagi Ari, terutama saat musim kemarau. Ketika pasokan dari petani di wilayah sekitar berkurang dan harga singkong meningkat, ia mencari bahan baku dari luar daerah agar kegiatan produksi tetap berjalan.

“Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran.

Riset BRI Ungkap Dampak Positif KUR bagi UMKM

Perkembangan usaha ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga kami dan warga sekitar,” tambahnya. Perkembangan usaha PD Comring Sawargi melalui dukungan KUR BRI sejalan dengan hasil riset yang dilakukan oleh BRI Research Institute pada 2025 bertajuk "Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM". Riset tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan KUR dari BRI memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet usaha pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hingga mencapai double digit.

Berdasarkan hasil riset terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, ditemukan fakta bahwa mayoritas atau 66,2% debitur mengalami peningkatan omzet usaha. Bila dirinci, 45,9% responden melaporkan kenaikan omzet di kisaran 5% - 15%. Hasil survei ini juga mengindikasikan bahwa aktivitas usaha pelaku UMKM terus menunjukkan tren perbaikan seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyebut penyaluran KUR sebagai wujud komitmen BRI dalam mendukung Asta Cita, terutama penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan.

"Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput," ujar Akhmad.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya