Sinopsis - Review Film Pirunduk: Melodrama Wanita Terzalimi Berbalut Kisah Horor Tanah Banjar

Ber-setting tahun 1980-an, film Pirunduk mengisahkan Siti (Aulia Sarah), sosok wanita cerdas yang terpaksa menikah demi melunasi utang ayahanda.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 22 Oktober 2026, 12:54 WIB
Aulia Sarah dalam film Pirunduk. (Pichouse Films, Pentana Production Studio, dan Bimasakti Pictures Production)

Liputan6.com, Jakarta - Penggemar film horor Indonesia kembali mendapat satu tontonan bernapas budaya lokal Tanah Air: Pirunduk. Bukan dari mitos Jawa yang telah banyak diangkat, film yang disutradarai oleh Billy Christian ini berangkat dari kisah yang dikenal luas oleh masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan. 

Ber-setting tahun 1980-an, Pirunduk dibuka oleh Siti (Aulia Sarah), sosok wanita cerdas yang pandai berhitung dan gemar belajar. Cita-citanya tinggi, ingin melanjutkan sekolah dan memperluas cakrawala pengetahuan. Namun paras cantiknya menarik perhatian Badarudin (Bucek Depp), duda sekaligus juragan tajir yang meminjami ayah Siti sejumlah uang. 

Badarudin bahkan meminang Siti, dengan janji manis berupa akan menghapus semua utang ayah wanita ini. Demi ayahanda, Siti pun bersedia diboyong ke rumah sang juragan sebagai istri barunya. 

Awalnya rumah tangga mereka berjalan dengan manis, dan Badarudin mengungkap keinginannya untuk menimang momongan yang dikandung Siti. Namun setelah berjalan dua tahun, buah hati yang dinanti tak kunjung datang dan sikap sang juragan makin dingin terhadap sang istri. Bahkan pria ini tak segan main tangan kepada wanita ini.  

Nasib Siti makin nelangsa setelah sang ayah meninggal dunia, dan Badarudin terpikat dengan wanita lain, Ratih (Yoriko Angeline). 


Siti Memilih Jalur Mistik

Aulia Sarah dalam film Pirunduk. (Pichouse Films, Pentana Production Studio, dan Bimasakti Pictures Production)

Di tengah hati yang remuk redam setelah ditinggal sang ayah, Siti merasa kini hanya punya sang suami, yang kini mengabaikannya. Tangan kanannya, Ramlan (Alam Jaya), memberikan sebuah informasi yang penuh risiko. Bahwa ada seorang dukun wanita yang bisa membantunya untuk mendapatkan kembali kehangatan dalam rumah tangga. 

"Aku akan lakukan apa saja," kata Siti. Ilmu Pirunduk, itulah yang diajarkan sang dukun padanya. Dengan sejumlah syarat, jampi-jampi dan ritual rutin, Badarudin dijanjikan akan kembali tunduk pada Siti. 

Awalnya memang berbuah manis, Badarudin kembali lengket dengan Siti dan meninggalkan Ratih. Sampai sebuah tragedi terjadi pada Siti, membuatnya kembali sebagai memedi yang menuntut balas dan menagih pembayaran pada orang-orang yang berutang padanya. 

Apa yang sebenarnya terjadi pada Siti?

 


Nuansa Banjar yang Kental

Aulia Sarah dalam film Pirunduk. (Pichouse Films, Pentana Production Studio, dan Bimasakti Pictures Production)

Adat dan budaya Tanah Banjar menjadi salah satu daya tarik besar dalam Pirunduk. Apalagi deretan sineas dan pemain film ini juga berasal dari daerah tersebut, sehingga sudah seharusnya menghadirkan autentisitas dalam elemen ini. Bahasa Banjar juga digunakan secara konsisten dalam film ini, bukan hanya sebagai tempelan, terasa pas dengan setting lokasi.

Lanjut Baca:

Penulis memang tak bisa menilai apakah dialog yang diucapkan Aulia Sarah maupun Bucek Depp terasa natural dan mengalir, tapi mendengar bahasa yang jarang diangkat ke layar jadi sebuah pengalaman menyenangkan. Bahkan mungkin penonton akan membawa pulang satu atau dua kosakata baru dari bahasa ini.  Begitupun dengan setting wilayah Sungai Barito dan kehidupan masyarakat di wilayah perairan, yang mendapat sorotan sepanjang film. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya