Liputan6.com, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pembebasan seorang warga negara Amerika Serikat (AS) dari penjara Rusia saat bertemu utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, di St Petersburg pada Rabu. Pembebasan tersebut berlangsung di tengah semakin eratnya hubungan Moskow dan Washington serta upaya baru untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Dikutip dari The Guardian, Kamis (22/10/2026), warga AS yang dibebaskan itu adalah Stephen Hubbard, mantan guru berusia 74 tahun yang telah mendekam di penjara Rusia selama lebih dari empat tahun. Ia sebelumnya ditahan atas tuduhan bertempur sebagai tentara bayaran untuk Ukraina.
Advertisement
Trump sebelumnya telah meminta Putin membebaskan Hubbard. Pembebasan tersebut dinilai sebagai langkah yang diperhitungkan Moskow untuk semakin mendekatkan Trump pada posisi Putin mengenai Ukraina, sekaligus memberikan kemenangan diplomatik bagi presiden AS itu menjelang pemilihan paruh waktu.
Rusia membebaskan Hubbard secara sepihak, bukan melalui pertukaran tahanan seperti yang kerap terjadi dalam pembebasan warga Amerika yang ditahan di negara tersebut.
Setelah pembebasan Hubbard diumumkan, Trump menulis di media sosial bahwa keputusan itu merupakan tindak lanjut dari permintaan yang disampaikannya secara langsung kepada Putin pada pekan sebelumnya.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan Amerika Serikat tidak perlu memberikan imbalan apa pun kepada Rusia sebagai bagian dari pembebasan tersebut.
"Amerika Serikat, sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden Trump, tidak diwajibkan memberikan apa pun sebagai imbalan—sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Rusia ... Tidak diperlukan 'pertukaran' untuk pembebasan ini," tulis Trump.
Adik perempuan Hubbard mengatakan kepada Associated Press bahwa ia telah berbicara dengan kakaknya. Menurutnya, Hubbard mengaku sempat berpikir dirinya akan meninggal di penjara.
"Dia sudah keluar dari wilayah Rusia. Dia bebas, syukur kepada Tuhan," kata Patricia Hubbard Fox.
Ia menambahkan, kakaknya mengalami pemukulan dan kelaparan selama ditahan.
Utusan Trump Puji Putin sebagai Sosok Humanis
Dalam pertemuan di Istana Konstantin yang megah di St Petersburg, Witkoff melontarkan pujian kepada Putin dan menyebut pemimpin Rusia itu sebagai sosok yang humanis.
"Anda sering berbicara tentang presiden saya, Presiden Trump, sebagai seorang humanis. Anda juga seorang humanis, Tuan, dan saya menghormati itu," kata Witkoff kepada Putin.
Witkoff juga menyampaikan terima kasih Trump atas kesepakatan untuk melanjutkan ekspor diesel Rusia ke Amerika Serikat.
Pujian tersebut muncul di tengah fakta bahwa Putin dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang terkait deportasi anak-anak Ukraina ke Rusia selama perang berlangsung.
Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 17.500 warga sipil telah dipastikan tewas di Ukraina sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh pada Februari 2022. PBB memperkirakan jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.
Sikap hangat Witkoff terhadap Putin juga kontras dengan retorika yang semakin keras dari pejabat senior AS terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Trump, khususnya, telah menyerukan agar Zelenskyy mengundurkan diri dan menggambarkannya sebagai penghalang utama tercapainya perdamaian.
Negosiasi Damai Rusia-Ukraina Berlanjut
Witkoff tiba di Rusia dari Oslo, tempat ia bertemu Zelenskyy dan para pemimpin Eropa sehari sebelumnya. Pertemuan itu bertujuan mendorong kembali negosiasi yang mengalami kebuntuan, ketika invasi skala penuh Rusia ke Ukraina telah memasuki tahun kelima.
Dalam bagian pertemuan yang disiarkan televisi, Witkoff mengatakan pihaknya membawa sejumlah dokumen berisi gagasan mengenai kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina.
"Kami membawa beberapa dokumen. Isinya benar-benar berupa sejumlah gagasan, semacam kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina, dan Anda bisa membacanya ketika ada waktu luang," kata Witkoff kepada Putin.
Kunjungan tersebut merupakan perjalanan kesembilan Witkoff ke Rusia sejak Trump menugaskannya untuk merundingkan upaya mengakhiri perang.
Witkoff menyebut pertemuannya dengan Putin berlangsung "konstruktif". Namun, ia menegaskan masih ada pekerjaan penting yang harus diselesaikan.
Ia juga mengatakan pembicaraan trilateral antara Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina pada tingkat teknis akan menyusul.
Kremlin menyatakan telah menyetujui pembicaraan tersebut "secara prinsip". Negosiasi itu akan berfokus pada cara menjamin keamanan Ukraina dan Rusia setelah perang berakhir.