Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto jajaran teratas mayoritas bergerak di zona hijau pada perdagangan Kamis (22/10/2026). Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) kompak menguat, sementara Zcash (ZEC) mencatat kenaikan tertinggi di antara 10 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Mengutip data CoinMarketCap, harga Bitcoin naik 1,77% dalam 24 jam terakhir dan 3,37% selama sepekan. Bitcoin diperdagangkan di level US$ 84.268,11 atau sekitar Rp 1,52 miliar.
Advertisement
Ethereum juga menguat 1,24% dalam sehari dan 2,69% dalam tujuh hari terakhir. Harga ETH mencapai US$ 2.476,16 atau sekitar Rp 44,64 juta.
Sementara itu, harga Tether (USDT) naik 0,02% dalam 24 jam menjadi US$ 0,9991 atau sekitar Rp 18.011. Dalam sepekan, USDT menguat 0,04%.
Harga BNB menguat 1,03% dalam 24 jam terakhir dan 2,74% selama tujuh hari. BNB diperdagangkan di level US$ 748,61 atau sekitar Rp 13,50 juta.
XRP turut menguat 2,21% dalam sehari dan 3,11% dalam sepekan. Harga XRP berada di US$ 1,36 atau sekitar Rp 24.516.
Adapun USD Coin (USDC) naik tipis 0,01% dalam 24 jam ke level US$ 0,9998 atau sekitar Rp 18.023. Dalam tujuh hari terakhir, harganya relatif stabil.
Solana (SOL) juga berada di zona hijau dengan kenaikan 0,82% dalam sehari dan 3% selama sepekan. SOL diperdagangkan di level US$ 107,28 atau sekitar Rp 1,93 juta.
Sementara itu, TRON (TRX) naik 0,20% dalam 24 jam dan 0,38% dalam tujuh hari. Harga TRX mencapai US$ 0,3303 atau sekitar Rp 5.952.
Zcash Melonjak Tinggi
Zcash menjadi aset kripto dengan penguatan terbesar di antara 10 koin teratas. Harganya melonjak 4,75% dalam 24 jam dan 16,79% selama sepekan. ZEC diperdagangkan di level US$ 1.328,43 atau sekitar Rp 23,95 juta.
Hyperliquid (HYPE) juga menguat 0,33% dalam sehari dan 0,46% selama tujuh hari. Harganya mencapai US$ 80,77 atau sekitar Rp 1,46 juta.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global mencapai US$ 2,81 triliun, naik 1,62%. Volume perdagangan dalam 24 jam tercatat sekitar US$ 79,57 miliar, meningkat 8,82%.
Meski mayoritas aset kripto menguat, investor tetap perlu mencermati volatilitas pasar. Perubahan harga dalam jangka pendek dapat berlangsung cepat, sehingga keputusan investasi sebaiknya mempertimbangkan risiko dan kondisi pasar.