Pasokan BBM Bali Membaik, Menpar Pastikan Layanan Wisata Pulih

Menpar Widiyanti Putri Wardhana memastikan krisis BBM di Bali yang sempat ganggu operasional mobil sewaan travel mulai membaik dan normal kembali.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 22 Oktober 2026, 08:40 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana. (Liputan6.com/Tian)

Liputan6.com, Jakarta - Krisis bahan bakar minyak (BBM) sempat mengganggu operasional agen perjalanan wisata di Bali, terutama layanan transportasi yang menggunakan mobil sewaan. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut kondisi tersebut mulai membaik setelah pemerintah menangani persoalan pasokan BBM.

"Sudah membaik dan mudah-mudahan sudah normal kembali pada saat ini," ujar Widiyanti seusai konferensi pers Rakernas Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III 2026 di Gedung A.A. Maramis, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Widiyanti mengatakan gangguan BBM memengaruhi kelancaran operasional agen perjalanan yang mengandalkan kendaraan sewaan untuk melayani wisatawan. "Tentu kan itu travel-travel dengan mobil-mobil sewaan kan banyak membutuhkan pelancaran," katanya.

Ia menjelaskan pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani persoalan tersebut. Widiyanti berharap penanganan itu dapat memulihkan kelancaran transportasi wisata dan menjaga aktivitas pariwisata Bali.

Meski demikian, Widiyanti belum merinci jumlah agen perjalanan yang terdampak maupun potensi kerugian pelaku usaha akibat gangguan BBM tersebut.

Antrean BBM di Bali Mulai Terurai, SPBU Tetap Operasi 24 Jam

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus tetap memantau perkembangan antrean SPBU Bali yang semakin berkurang di hari kedua pemberlakukan ganjil-genap pengisiqn BBM Pertalite. Dok PPN

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus tetap memantau perkembangan antrean SPBU Bali yang semakin berkurang di hari kedua pemberlakukan ganjil-genap pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Pertamina tetap menyiagakan SPBU yang beroperasi 24 jam yang tersebar di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Badung dan Kota Denpasar hingga antrean kembali normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan berdasarkan pantauan tim Pertamina di lapangan penerapan ganjil-genap hari kedua ini dapat di katakan penurunan antrean cukup signifakan berkurang hampir di semua SPBU Provinsi Bali.

Untuk pemantauan stok di SPBU, Pertamina melakukan monitor 24 jam secara digitalisasi, hingga saat ini stok BBM khususnya pertalite dan biosolar tersedia untuk melayani masyarakat.

“Kami terus memantau kondisi stok BBM di Bali khususnya produk pertalite dan biosolar serta terus berkoordinasi dengan seluruh SPBU untuk memastikan ketersediaan stok serta pelayanan berjalan sesuai ketentuan. Koordinasi juga dilakukan dengan Integrated Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran untuk memprioritaskan suplai kepada SPBU dengan tingkat konsumsi tinggi,” tutup Ahad.

Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus bersama Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi antrean di Provinsi Bali. Upaya perbaikan dan penyesuaian akan terus dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya