Dari Cubicle ke WFA, Gen Z Ubah Kebutuhan Ruang dan Cara Kerja

KADIN mengharapkan jejaring kantor virtual yang legal di Indonesia memudahkan Gen Z bekerja nyaman.

oleh Thurfah Mahira AhnafDiterbitkan 21 Oktober 2026, 21:39 WIB
Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi dan Transformasi Digital KADIN Indonesia, Teguh Ananta Wikrama, saat di Indonesia Workspaces & Virtual Office Summit 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Thurfa)

Liputan6.com, Jakarta - Pergeseran pola kerja generasi muda mendorong kebutuhan ruang kerja yang lebih fleksibel. Gen Z disebut lebih memilih bekerja dari mana saja ketimbang terikat pada bilik kerja tetap.

Hal itu disoroti Wakil Ketua Umum Bidang Teknologi dan Transformasi Digital KADIN Indonesia, Teguh Ananta Wikrama, saat sambutan pada Indonesia Workspaces & Virtual Office Summit 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

"Anak-anak sekarang lebih senang bekerja work from anywhere (WFA), tidak lagi di cubicle yang tetap," kata Teguh.

Menurut dia, tren itu tidak bisa diabaikan. Ia berharap jejaring kantor virtual yang legal di seluruh Indonesia melalui asosiasi PERJAKBI akan memudahkan generasi Gen Z berkembang dan bekerja dengan nyaman.

"Saya yakin pasti akan terjadi banyak network dari virtual offices di seluruh Indonesia, yang itu akan memudahkan generasi berikut ini untuk mengembangkan dirinya dan bekerja dengan nyaman," kata dia.

Bagi Teguh, anak muda adalah penggerak ekonomi ke depan berkat bonus demografi.

"Mereka yang akan menjadi the economic driver of the future," tutur dia.

Peran Jaringan dan Teknologi

Kebutuhan ruang kerja fleksibel itu tentu bertumpu pada infrastruktur. Mengenai peran jaringan dan teknologi dalam mendukung kantor virtual serta ruang kerja bersama, Telkom Indonesia mengungkap perluasan internet terjangkau ke daerah masih terkendala skala ekonomi.

Operational Vice President IT Digital Product Capability Telkom Indonesia, Ari Kurniawan, menilai pola kerja kini sangat bergantung pada koneksi.

"Kalau jaringan terganggu, order transaksi dan data bisnis di mana-mana akan sangat terganggu," ujar Ari.

Ari tidak menutupi kendala di daerah.

"Semakin banyak pengguna tentu semakin murah. Ini memang tantangan buat kami," katanya.

 

Memperluas Jaringan

Indonesia Workspaces & Virtual Office Summit 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Liputan6.com/Thurfa)

Bagi Ari, wilayah daerah yang luas membuat skala ekonomi sulit dicapai. Meski begitu, Telkom tetap berupaya memperluas jaringan ke pelosok untuk mendukung pemerintah.

Ari menambahkan, teknologi punya tiga fungsi utama dalam bisnis ruang kerja bersama. Yakni efisiensi operasional, pengalaman pengguna, dan akses ke skala bisnis yang lebih besar.

Di samping itu, Telkom menerapkan Internet of Things (IoT) demi efisiensi. Ruang kerja menyala sesuai jam pemesanan dan mati otomatis saat waktunya habis.

"Kalau dia registrasi jam 9 sampai jam 13, otomatis sistem akan menyala dan mati pada jam 13," ujar dia.

Untuk pengalaman pengguna, pemesanan ruang dibuat serba on demand dan layanan pelanggan dibantu robot AI.

"Tinggal datang saja, pesan secara on demand," ujar Ari.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya