Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran KM Batumandi di sekitar Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (20/10/2026).
ASDP terus mendampingi penumpang yang membutuhkan perawatan serta memfasilitasi pemulangan bagi mereka yang telah diperbolehkan pulang.
Advertisement
ASDP juga menyiapkan posko koordinasi di Merak dan Bakauheni untuk memantau kebutuhan penumpang dan mendukung penanganan pascainsiden.
Artikel mengenai penanganan korban kebakaran KM Batumandi ini menjadi salah satu artikel yang paling banyak dibaca. Selain itu masih ada sejumlah artikel lain yang layak untuk disimak.
Lengkapnya, berikut ini tiga artikel terpopuler di kanal bisnis Liputan6.com pada Kamis (22/10/2026):
1. ASDP Fokus Dampingi Penumpang Setelah Kebakaran KM Batumandi
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo memastikan tidak ada korban jiwa dari kebakaran KM Batumandi, di sekitar Pelabuhan Merak, Banten. Pendampingan kepada penumpang terus dilakukan.
Heru mengungkapkan, kebakaran KM Batumandi berhasil ditangani pukul 21.02 WIB, Selasa, 20 Oktober 2026. Seluruh penumpang dan awak kapal telah berhasil dievakuasi, dengan laporan tidak terdapat korban jiwa dalam insiden tersebut.
2. BI Rate Tetap di 5,75%, Tapi Deposit Facility Naik Jadi 5%
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21 Oktober 2026. Namun, BI menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5%. Sedangkansuku bunga Lending Facility tetap di level 6,5%.
Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan bahwa keputusan ini mempertimbangkan tingginya ketidakpastian ekonomi global, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, serta kondisi perekonomian domestik.
"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21 Oktober 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,5%, serta menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi sebesar 5%," ujar Destry.
Simak artikel selengkapnya di sini
3. Harga Emas Dunia Hari Ini Merosot, Investor Antisipasi Kenaikan Bunga The Fed
Harga emas melemah tipis pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas yang terjadi seiring investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut tahun ini, menjelang pertemuan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.
Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 4.125,90 per ons pada pukul 14.05 EDT (18/05 GMT). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup melemah 0,4% pada level US$ 4.142,60 per ons.
"Inflasi dan suku bunga the Fed merupakan faktor utama yang menjadi tantangan bagi emas saat ini. Untuk sementara waktu, obligasi pemerintah AS tampak lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset aman,” ujar Senior Market Strategis StoneX, Bob Haberkorn.