Tanpa Dentuman, Anak Krakatau Tiba-tiba Semburkan Abu Hitam Pekat

Kolom abu vulkanik mencapai sekitar 500 meter mengarah ke barat laut.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 21 Oktober 2026, 18:51 WIB
Anak Krakatau erupsi setinggi 500 meter

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali erupsi, Rabu (21/10/2026). Kolom abu vulkanik teramati mencapai sekitar 500 meter di atas puncak dengan warna hitam pekat dan mengarah ke barat laut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan erupsi terjadi pada pukul 11.45 WIB.

"Tinggi kolom erupsi teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut. Kolom erupsi berwarna hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat laut," kata Suwarno.

Dia menyebutkan, tidak terdengar suara dentuman saat erupsi terjadi. Namun, aktivitas letusan masih berlangsung ketika laporan tersebut dibuat.

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan pukul 06.00 WIB hingga 12.00 WIB, gunung api tersebut terekam mengalami satu kali letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 610 detik.

Selain itu, petugas mencatat tiga kali gempa frekuensi rendah, 17 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Tremor menerus juga terekam dengan amplitudo 1-21 milimeter dan dominan pada 5 milimeter.

Gunung Anak Krakatau masih berada pada Status Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat dan pengunjung juga dilarang mendekati wilayah dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bahaya, mulai dari lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan," pintanya.

Ancaman tersebut perlu diantisipasi, terutama di kawasan yang berada dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Meski terjadi erupsi, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir Lampung dan Banten diminta tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang menyebut erupsi Gunung Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami.

"Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan dan informasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat," tandasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya