Liputan6.com, Jakarta - Karakter bernama Anjani yang Eva Celia perankan dalam film Laut Bercerita memiliki keunikan tersendiri. Keunikan ini disebut langsung oleh sang aktris pada Selasa, (20/10/2026) dalam konferensi pers film Laut Bercerita yang dihelat di kawasan Jakarta.
Eva Celia mengaku tak butuh waktu lama untuk suka dengan karakter Anjani di novel. Ia pun bersyukur karena bisa terlibat dalam film yang penting baginya.
Advertisement
“Sebuah kehormatan yang sangat besar bisa ikut bergabung dalam film yang sangat penting ini. Waktu aku baca novelnya pertama kali beberapa tahun yang lalu, aku langsung jatuh cinta sama Anjani,” ucap Eva Celia.
Selama memerankan Anjani, Eva banyak belajar mengenai bentuk-bentuk perlawanan yang tak terbatas.
“Mungkin dari Anjani aku belajar bentuk perlawanan itu sebenarnya macam-macam, enggak selalu konfrontatif gitu, tapi bisa melalui apa yang kita ciptakan melalui karya gitu,” ungkap sang aktris.
Menurutnya, sebuah karya bisa tercipta hanya berawal dari keinginan sederhana untuk berekspresi. “Dan karya memang bisa lahir dari keinginan kita untuk menciptakan. Karena kita memang ingin mengekspresikan diri,” lanjut Eva Celia.
Karya Tak Mudah Dihancurkan
Tak hanya itu, aktris berbakat ini menyadari bahwa segala keadaan yang terjadi dalam kehidupan bisa dituangkan ke dalam suatu karya layaknya Anjani yang melihat keadaan sekitarnya di film itu.
“Tapi nggak bisa dipungkiri ketika kita hidup di tengah situasi sosial atau politik tertentu, pasti apa yang kita tangkap sedikit banyak akan masuk ke karya itu, gitu. Apalagi Anjani sebagai seniman dan perempuan pasti punya sensitivitas yang sangat tinggi dalam melihat dunia di sekitarnya gitu. Dan buat aku, ketika kata-kata dibungkam, ketika diskusi dilarang, karya itu menjadi bahasa gerilya yang nggak mudah dihancurkan,” ujar Eva Celia
Seni Jadi Medium Anjani Menuangkan Cinta dan Perlawanan
Lebih lanjut, Eva menjelaskan bahwa Anjani menggunakan seni untuk menunjukkan perlawanannya ketika orang-orang yang ia kasihi dipaksa untuk hilang dari pandangan dan pikiran banyak orang.
“Karya bisa memberikan ruang bagi pengalaman-pengalaman yang berusaha untuk dibungkam. Dan dalam konteks Anjani, aku pikir karya seninya bukan hanya ekspresi personal, tapi juga bentuk dia mendokumentasikan cinta dan perlawanan cara dia untuk mencatat wajah-wajah dan nama-nama yang ingin dilupakan itu direfleksikan lewat karya seninya gitu ya,” pungkas aktris itu.