Harga Emas Antam 21 Oktober 2026 Susut Rp 10 Ribu, Cek Rincian di Sini

Berikut daftar harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu, (21/10/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Oktober 2026, 10:13 WIB
Pegawai menunjukkan emas batangan di Galeri 24, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali tertekan pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Harga emas Antam hari ini lebih murah Rp 10.000 per gram.

Berdasarkan pantauan di laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini susut menjadi Rp 2.554.000 per gram. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam dibanderol Rp 2.564.000 per gram. Dengan demikian, selama dua hari ini, harga emas Antam turun Rp 20.000.

Seiring harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam ikut merosot dengan angka yang sama, yaitu Rp 10.000. Harga buyback hari ini menjadi Rp 2.369.000 per gram. Harga buyback merupakan nominal yang diterima oleh pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya ke pihak Antam.

Pergerakan harga emas Antam bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar serta tren harga emas global. Sebagai catatan sejarah, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) emas Antam pernah tercatat pada Kamis (29/1/2026) lalu di level Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback menembus Rp 2.989.000 per gram.

Dalam setiap transaksi emas Antam, berlaku ketentuan perpajakan sesuai regulasi yang berjalan. Pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga dasar yang tertera.

Sementara itu, untuk transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000, konsumen dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari total nilai transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.327.000
  • 1 gram: Rp 2.554.000
  • 2 gram: Rp 5.058.000
  • 3 gram: Rp 7.569.000
  • 5 gram: Rp 12.585.000
  • 10 gram: Rp 25.090.000
  • 25 gram: Rp 62.560.000
  • 50 gram: Rp 124.955.000
  • 100 gram: Rp 249.760.000
  • 250 gram: Rp 624.090.000
  • 500 gram: Rp 1.247.900.000
  • 1.000 gram: Rp 2.494.600.000.

Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sebelumnya, harga emas melemah tipis pada perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026 (Rabu pagi Jakarta). Koreksi harga emas yang terjadi seiring investor mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS) lebih lanjut tahun ini, menjelang pertemuan kebijakan the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.

Mengutip CNBC, Rabu (21/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi US$ 4.125,90 per ons pada pukul 14.05 EDT (18/05 GMT). Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutu melemah 0,4% pada level US$ 4.142,60 per ons.

“Inflasi dan suku bunga the Fed merupakan faktor utama yang menjadi tantangan bagi emas saat ini. Untuk sementara waktu, obligasi pemerintah AS tampak lebih menarik dibandingkan emas sebagai aset aman,” ujar Senior Market Strategis StoneX, Bob Haberkorn.

Ia menuturkan, level US4 4.000 merupakan angka penting yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah harga emas mampu bertahan di atasnya.

"Banyak dari hal tersebut, untuk saat ini, akan bergantung pada apa yang disampaikan oleh The Fed," ujar Haberkorn.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, yang merupakan kenaikan pertama tahun ini.

Meskipun komentar terbaru dari para pejabat The Fed mengisyaratkan kurangnya urgensi untuk pengetatan kebijakan lebih lanjut sehingga meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral pada 27–28 Oktober 2026, para pelaku pasar melihat peluang sebesar 92% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, menurut perangkat FedWatch dari CME.

 

Harga Emas Turun 26% dari Level Tertinggi

Harga emas dunia. (Ilustrasi by AI)

Harga emas saat ini masih turun sekitar 26% dari rekor tertingginya sebesar US$ 5.594,82 pada Januari, dan sekitar 22% dari level saat dimulainya perang di Iran, ketika kekhawatiran akan inflasi energi memperkuat spekulasi mengenai kenaikan suku bunga.

Emas secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi daya tariknya sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset) akan berkurang di tengah lingkungan suku bunga tinggi.

Para investor juga tengah mencermati data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS yang akan dirilis minggu depan, indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed untuk mendapatkan petunjuk apakah tekanan inflasi masih terus berlanjut dan bagaimana hal tersebut dapat memengaruhi prospek suku bunga.

Di Jepang, Gubernur bank sentral Kazuo Ueda menyatakan inflasi inti sudah "cukup dekat" dengan target 2%, yang mengisyaratkan adanya ruang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Di antara logam lainnya, harga perak di pasar spot naik 1,4% menjadi US$ 57,86 per ons, platinum naik 1% menjadi US$ 1.656,85 per ons, sementara paladium turun 1,3% menjadi US$ 1.105,50 per ons.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya