SpaceX dan Tesla bakal Merger, Ini Kata Elon Musk

SpaceX dan Tesla membentuk komite khusus untuk membahas merger. Bagaimana tanggapan Elon Musk?

oleh Muhammad Yudha PratamaDiterbitkan 21 Oktober 2026, 10:08 WIB
Elon Musk terlihat dalam konferensi pers bersama Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, DC, pada 30 Mei 2025. Miliarder Elon Musk, orang terkaya di dunia, hampir setengah jalan untuk menjadi triliuner pertama di dunia, menurut laporan majalah Forbes pada 1 Oktober 2025. (Allison ROBBERT/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - SpaceX dan Tesla mulai membahas kemungkinan penggabungan perusahaan atau merger. Kedua perusahaan milik Elon Musk ini telah membentuk komite khusus untuk mengkaji persyaratan kesepakatan.

Dikutip dari Gizmodo, Selasa (20/10/2026), Musk mengungkapkan perkembangan tersebut dalam panggilan laporan keuangan kuartal III SpaceX.

Ia tidak akan terlibat langsung dalam pembahasan karena memiliki konflik kepentingan, meski secara pribadi mendukung gagasan penggabungan itu.

Meski pembicaraan telah dimulai, merger belum tentu terwujud. Komite dari masing-masing perusahaan masih perlu merundingkan persyaratan sebelum rencana ini diajukan untuk memperoleh persetujuan pemegang saham.

Musk juga menjelaskan bahwa rencana penggabungan di Tesla membutuhkan persetujuan dari setengah jumlah seluruh pemegang saham, bukan hanya mereka yang memberikan suara. Karena itu, proses menuju kesepakatan masih bergantung pada sejumlah tahapan.

Pembentukan komite khusus menjadi perkembangan terbaru setelah kemungkinan merger ramai dibicarakan selama beberapa bulan terakhir.

Langkah ini menunjukkan bahwa SpaceX dan Tesla mulai membahas rencana penggabungan secara lebih konkret.

 

Penggabungan Bisnis Otomotif dan Teknologi

Jika terlaksana, merger berpotensi menyatukan bisnis otomotif Tesla dengan teknologi antariksa dan AI SpaceX.

Tesla mengembangkan sistem berkendara otonom serta robot humanoid Optimus, sedangkan SpaceX telah mengintegrasikan xAI, perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan, ke dalam bisnisnya.

Keduanya juga bekerja sama dalam proyek Terafab, fasilitas produksi chip yang direncanakan dibangun di Texas. Proyek ini ditujukan untuk menghasilkan chip AI bagi kebutuhan komputasi di Bumi maupun di luar angkasa.

SpaceX turut mengembangkan bisnis penyewaan kapasitas komputasi AI kepada perusahaan lain. Penggabungan dengan Tesla berpotensi memperluas kolaborasi teknologi di antara lini bisnis yang berada di bawah kendali Musk.

 

Tanggapan Analis

Sejumlah analis menilai penggabungan kedua perusahaan berpotensi terjadi. Mitra sekaligus direktur pelaksana senior di Yorkville Ives, Dan Ives, memperkirakan kemungkinan merger mencapai lebih dari 80% pada tahun depan.

Managing partner and co-founder at Deepwater, Gene Munster, memperkirakan peluang penggabungan mencapai 95% dalam dua tahun ke depan. Namun, angka ini merupakan prediksi analis, bukan kepastian bahwa kesepakatan akan terlaksana.

Kendati demikian, Musk belum memastikan penggabungan kedua perusahaan akan terjadi. Perundingan persyaratan dan persetujuan pemegang saham masih menjadi faktor penentu sebelum rencana tersebut bisa dilanjutkan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya